kang gembul, memvonisku sepihak, aku orangnya tak down to earth. hanya karena di setiap chatting, suka menulis ic, ok, fun. "membosankan, harus di ganti", tambahnya. baiklah aku tidak keberatan. meski si tikabanget telah terlanjur menyebutku mr ok.
padahal alasanku sesungguhnya hanyalah efisiensi semata. bukan untuk bermegah-megah agar tampak bertahta di langit tujuh. untuk teman yang lain aku sangat sering hanya memakai tanda-tanda. misalnya tanda tanya (?), untuk mewakili kata apa. huruf "k" untuk mewakili kata ok. asl pls, brb, cwiiw dan seterusnya.
dan aku diduga sebagai orang yang irit, pelit dan sombong. ketika kumintai komentarnya tentang ini menteri keuangan bhi menjawab tak masalah, nyaman-nyaman saja.
benar kata Sir mbilung, memahami tulisan itu agak sulit. karena pembaca tak melihat ekspresi, intonasi dan gerakan si penulis. sehingga kesalahpahaman sering terjadi. perbedaan bahasa, istilah dan dialek sangat mendukung hal ini.
yahoo membuat emoticon untuk membantu memudahkan memahami ekspresi.
kesalahan fatalku ketika ngobrol dengan baginda anang. dalam salah satu kalimatnya ia menulis "nggudani" yang saya tangkap di otakku adalah menelanjangi. sehingga kepada momon, baginda bilang, aku telah menyebar kebohongan.
tentu saja, saya menolak dengan menyodorkan bukti screenshoot transkrip chat. dan semua terungkap setelah momon memberikan penjelasan. yang dimaksud baginda anang adalah menggoda, bukan menelanjangi.
karena seringnya misunderstanding dengan teman chattingnya, kawan sepabrik memutuskan sebisa mungkin menghindari aktivitas chat. lebih baik menelpon, katanya. berbeda dengan pitik, ia sampai sekarang belum pernah mengalami pengalaman buruk dalam perbincangan virtualnya.



aku sering kok sakjane..tapi tak cuweki..hahahaha…
Comment by pitik — February 22, 2008 @ 3:53 pm
halah2 wong chating ae loh, asal gak masalah sing serius2 banget yho ra sah dianggep serius hehehee
Comment by pinkina — February 22, 2008 @ 4:40 pm
asyu diposting…
mengko nongkrong bos…
gowo susu cimori yo…
Comment by balibul — February 22, 2008 @ 4:45 pm
Saya juga belum pernah mengalami hal buruk di percakapan virtual. Kalau mesum pernah.
Comment by Guh — February 22, 2008 @ 4:46 pm
OK… IC kok… tenang aja mas
Comment by mr.bambang — February 22, 2008 @ 5:22 pm
wah sama tuh mas. aku juga sering diprotes, sok linggis lah, sok irit lah.. padahal karena aku males ngetik
Comment by kelandara — February 22, 2008 @ 5:32 pm
ok..ic.
Comment by yus — February 22, 2008 @ 6:22 pm
Nek kowe ngetik mung “ic”, aku yo mung ngrasani, hehe.
Akeh kok sing luwih jual mahal ktimbang kowe
Comment by Dony — February 22, 2008 @ 6:59 pm
aku jg paling males klo chating jwb nya cuma ok, ic, ohh….daadaaaaggggg aja ya
Comment by kenny — February 22, 2008 @ 8:11 pm
ic….ic…..njajal di ganti kapasitor kang lah….aja ic..ic..baen…wekekekeke
Comment by pacul — February 22, 2008 @ 9:55 pm
Ok, paham ya? nggudani beda dengan ngewudani
Btw yang suka nggudani itu sekarang sedang di rumah sakit operasi wasir.
Comment by Herman Saksono — February 23, 2008 @ 12:59 am
pancen.. njenengan nek nulis nang ym koyo wong sibuk kok maz.. tp “ic” kuwi sik di patri nang tipi yo?
Comment by agaz — February 23, 2008 @ 3:16 am
hhiihihihiihih
ic ic ic ic
Comment by Luthfi — February 23, 2008 @ 10:01 am
jangan-jangan sampean kalo chat sama saya juga suka misunderstanding..
Comment by Parta — February 23, 2008 @ 11:48 am
klo dulu saya malah mikir nya.. klo cuman ic ok trus smiley ngakak atao ehheh itu pertanda mereka sebenrnya sedang males chating dan sekedar kewajiban mbales chatingan aja
soal anang.. sudah selesai kasusnya..
Comment by funkshit — February 23, 2008 @ 12:32 pm
hmmm
skrg dah nambah satu huruf m
Comment by nurussadad — February 23, 2008 @ 2:01 pm
haha begitulah, tulisan memang susah ditebak kemana arahnya, apalagi dengan adanya perbedaan dialek, bahkan terkadang ada kata yang sama tapi memiliki makna berbeda untuk tempat yang beda pula.
imutikon emang cukup membantu
Comment by tan — February 23, 2008 @ 9:05 pm
mungkin lagi sibuk, pemirsa harap maklum
Comment by mikow — February 23, 2008 @ 11:26 pm
yowes gak jadi nonton deh! thx inponya
mending pilem CJ7 daaaah… lucu & sangat pesan moral!
Comment by thuns — February 24, 2008 @ 12:11 am
ic….
Comment by de — February 24, 2008 @ 6:51 am
lha ini….jadi inget lagi pernah ngotot2an ama teman wkt chat gara2 dia ksh emoticon yg buatku mewakili barisan kalimat dan ekspresi tapi buat dia tidak berarti apa2…...akhirnya perlu penjelasan yang sangat panjang lebar dan menguras energi malahane….
Comment by jeng endang — February 24, 2008 @ 9:45 am
nggudani=nggodani ???
kenapa pake “u” ya heheh beda dialek kali ya..
Comment by Feri Gunawan — February 25, 2008 @ 10:43 am
pesan yg sampe memang kadang kurang lengkap kalo gak ngomong langsung. jadi chat itu ya buat iseng saja gak perlu diambil hati kalo terjadi miskomunikasi
Comment by Totok Sugianto — February 25, 2008 @ 8:10 pm
ngobrol langsung juga tetap ada peluang miskomunikasi. pada dasarnya, setiap jenis komunikasi, pakai medium apapun, akan selalu memiliki peluang untuk mis.
Nek ora pingin miskomunikasi, ya jangan komunikasi.
Tapi ndak komunikasi pun, tetap terjadi komunikasi. Tatap mata pun juga komunikasi, meski tak verbal. Memikirkan si dia, juga komunikasi (secara tele).
Apaboleh buat, akhirnya kita tetap dipaksa berkomunikasilah dengan segala risikonya
Comment by nukman luthfie — March 7, 2008 @ 10:05 am