saat pilih-pilih buku, selain melihat judul, penulis dan "summary"nya, saya selalu memperhatikan covernya. andai menurut saya bagus, saya putuskan mengambilnya.
celakanya, cover buku tampaknya masih belum diperhatikan secara maksimal oleh para penerbit. mungkin para decision maker itu yang punya taste lain. atau para desainernya yang kurang bisa menangkap apa yang terangkum dalam sebuah buku seblum membuat covernya. (atau jangan-jangan malah belum pernah membacanya sama sekali.)
yang paling mengenaskan, tentu nasib cover buku terjemahan. desain awalnya yang elegan, sampai di sini berubah menjadi wajah perempuan cantik. kesannya menjadi norak dan murahan. apa alasan penerbit melakukan itu?
mungkin mereka menganggap para pembeli (pembaca) sebegitu mesumnya sehingga melihat sampul wajah perempuan cantik langsung membeli. atau memang selama ini, buku yang bercover wajah perempuan cantik yang paling laku? entahlah.
berikut contoh beberapa cover buku yang mengalami metamorfosis itu (sebelah kiri cover aslinya):
the inheritance of loss, kiran desai
|
|
taj, timeri murari
|
|
beneath a marble sky john hhors
|
|
a thousand splendid suns, hhaled hosseini
|
|


