di kampung, peristiwa turun hujan sungguh menarik. di setiap rintiknya mengandung harapan. karena saat itu para petani mulai melempar benih. tiga bulan kedepan dia akan memanen biji-biji yang telah di taburkan di tanahnya.
rintik hujan adalah kesejukan. rumput-rumput disependek pematang mulai tampak hijau. pucuk-pucuk tunas muncul pada pohon-pohon jati yang sebelumnya meranggas. dan bunyi garengpung (cicada) berkumandang di pagi yang menjelang siang.
di sini, hujan berubah menjadi teror, kalau bukan kutukan. apalagi turunnya senin pagi pukul 06:00. semua rencana hari ini bubar. perasaan malas bertambah. jalanan macet, waktu perjalanan ke pabrik dua kali lebih lama.
waktu pulang kerja pun lebih malam. tak ayal, tubuh menjadi lebih capek, daya tahan menurun. virus-virus lebih gencar mengincar, lengah sedikit bisa tepar. ( belum lagi banjir, nyamuk-nyamuk aides egypti yang siap menghisap, karena nyamuk tak punya gigi dst dst)
agar terhindar, mungkin ini waktunya makan dengan benar, protein dan sayur yang cukup. kalau perlu menambah porsi. andai masih kurang yakin, bisa menambah makan vitamin c, atau makanan suplemen lain.
jangan mau lembur, konon menurut pakar manajemen (aku lupa) para buruh yang lembur itu hanya tak bisa memanaj waktu kerja aja. kecuali memang terpaksa sekali.
kesehataan itu mahal. lebih mahal dari seluruh aset yang dimiliki pabrik tempat kita bekerja.


