masih sibuk dengan pekerjaan yang terus menerus mengejar untuk segera di selesaikan, masih dengan bos diktator brutal melebihi hitler dan mengongkosi per bulannya diatas (sedikit saja) umr, bersabarlah.
di luar sana, masih berpuluh juta pengangguran menggapai-gapai. selain itu kerja adalah ibadah. ibadah itu harus ikhlas, ikhlas itu tak berharap. jadi bekerja dengan imbalan syurga, betapa indahnya?
kita tahu semua, uang bukan segalanya. yang penting tetap berusaha semaksimal mungkin. suatu hari nanti kita akan bahagia. ya suatu… hari… nanti.
jadi berangkatlah lebih pagi, meski dengan berdiri, nikmati kemacetan yang menyiput dengan kecepatan 2 km/ jam. di dalam angkot (mobil) kita bisa melamun, membayangkan atau berpikir sehingga blog selalu terupdate. ini lebih menyenangkan daripada misuh-misuh dan merutuki keadaan.
jam kantor habis, cepatlah berkemas. langsung pulang ke rumah saja. tak cukup bermanfaat mampir-mampir tanpa tujuan. apalagi ngopi, nongkrong tak jelas. sesekali saja mampir beli buku motivasi atau tuntunan shalat lengkap.
di mal itu, hati-hati menginjak jebakan kapitalis. mereka tak pernah putus asa menghembuskan diskon pada produk fashion sampai 70%. sebenarnya kita hanya perlu 3 lembar kemeja, dua potong celana dan sepasang sepatu. selebihnya itu pemborosan.
lebih baik uangnya dipakai untuk membayar dp gedung resepsi, mbayar cicilan motor, mbayar cicilan kpr atau asuransi pendidikan anak. begitu seterusnya.
agar terhindar dari hal buruk, lebih baik menghabiskan waktu di rumah. kantor- rumah, kantor-rumah. setiap hari. setiap minggu. setiap bulan. sepanjang tahun.



iya pak, bekerja adalah ibadah, blogging adalah kenikmatan laen yang menyertai ‘ibadah’ tersebut..hehe
Comment by ika — January 29, 2008 @ 2:50 pm
Welha….boleh juga resepnya. Intinya jangan memperumit diri, hanyut dalam model dan tren gaya yang ndak jelas.
Comment by Ndoro Seten — January 29, 2008 @ 3:05 pm
makanya jangan jadi orang miskin, kata gembul.
Comment by bangsari — January 29, 2008 @ 3:13 pm
bahagai di jakarta ternyata : rekoso ..
Comment by bahtiar — January 29, 2008 @ 3:15 pm
aku kok kaya mbaca buku mite sisifus-nya albert camus yah..hehehe
Comment by pitik — January 29, 2008 @ 3:29 pm
intinya harus siap mental dan berani gila kalo mau hidup di jakarta
Comment by mikow — January 29, 2008 @ 3:43 pm
memang yah bnyk definisi dan cara orang menyikapi bahagia dan usaha meraih bahagia.
yah yg penting bahagianya beneran
Comment by lei — January 29, 2008 @ 3:44 pm
dan ngeblog…
ah tapi lama2 bosen juga ya?
Comment by venus — January 29, 2008 @ 4:00 pm
Maksud Anda: Hidup statis di Zona Aman?
Apa yang terjadi pada inovasi, spontanitas, pengembangan dir, dan .. ehm.. petualangan?
Comment by Imansyahâ„¢ — January 29, 2008 @ 4:40 pm
Wa…
Ya ya… Seharusnya ndak usah banyak ngeluh!! Cukup jalani aja yg ada…
Syukuri yg udah ada…
Comment by adit-nya niez — January 29, 2008 @ 5:14 pm
setuju sama adit….kita ngeluh, sementara masih banyak orang di luar sana yg mungkin lebih susah dari kita, tapi ga ngeluh
Comment by Hedi — January 29, 2008 @ 5:19 pm
alhamdulillah, akhirnya sy bisa tersenyum juga hari ini gara-gara baca postingan ini. tks ya… hehe
Comment by kucingkeren — January 29, 2008 @ 7:22 pm
lah…nggak nungging apa di rumah terus? novelnya gimana tuh? sudah jadi kah?
Comment by afin — January 29, 2008 @ 9:24 pm
jalani saja hidup, mengalir seperti air….dan lakukan sesuatu yang menantang sesekali untuk membuatnya lebih bercahaya(halah)
Comment by mei — January 30, 2008 @ 8:22 am
masalahe wong iku bosenan mas, nek bendino mek rumah-kantor rumah-kantor, piye jal ????
Comment by pinkina — January 30, 2008 @ 8:40 am
yo setuju mbayar asuransi ae. tukune nang aku yo mas. ben komisiku nambah
Comment by de — January 30, 2008 @ 8:51 am
yeah…nikmati aja
Comment by evi — January 30, 2008 @ 9:20 am
hmmm..
setuju untuk selalu bersyukur…
Comment by parcendol — January 30, 2008 @ 9:31 am
intine…...syukur
Comment by pacul — January 30, 2008 @ 5:47 pm
saya sedang mematrikan bahasa apaaa ini? di otak saya kalo bekerja itu gak selalu untuk mendapatkan uang… semoga tidak berubah pikiran
Comment by ronggur — January 30, 2008 @ 7:15 pm
membayanginya aja aku udah stress hikhik
Comment by dian — January 31, 2008 @ 12:04 am
aq baru di sebelah Jakarta, bogor…
Comment by nurussadad — January 31, 2008 @ 5:02 pm
hidup enak dijakarta hanya ada di filem dan sinetron
Comment by jakober — January 31, 2008 @ 5:20 pm
Dulu di Jakarta Selatan super nyaman, karena sejuk. Sekarang macet setiap hari… nikmati aja
Comment by Hedwigâ„¢ — January 31, 2008 @ 6:16 pm
lha saya juga menjalaninya seperti itu, hampir gak ada waktu untuk nongkrong sana-nongkrong sini, selalu saja rumah – kantor, kantor – rumah. kalau bosen ya tidur saja seharian dirumah, atau lembur dikantor seharian buat ngeblog
Comment by Totok Sugianto — February 2, 2008 @ 11:47 pm
Trimakasih atas motivasinya pak…..bekerja dg ikhlas memang sgt sulit tp sy berusaha menikmatinya. Bekerja di tempat jauh dr keluarga adl suatu dmana sy hrs mendapatkan manfaat.
Comment by Airin — December 19, 2009 @ 1:03 pm