tak perlu berbuat baik di jakarta
"berbuat baiklah kepada sesamamu. balaslah lebih dari apa yang dia berikan" begitu kata-kata pak haji yang selau ia hembuskan pada suatu petang di langgar samping rumah.
itu dulu, sekarang kau tinggal di kota metropolitan. simpanlah petuah itu menjadi kenangan di sudut otak kirimu. biarkan mengkarat, lalu hilang menguap.
sampai kemudian memunculkan aroma keberisikan di mana-mana di sekitarmu. namun kau tetap kesepian, sendiri. kau bukan siapa-siapa. kau anonim, hanya sebentuk data yang tersimpan di tumpukan berkas kusut pak lurah.
sehingga tak perlulah kau berbuat baik. tak merugikan orang lain, itu sudah cukup. meskipun kalau di kampung orang menyebutnya egois. serius! ini tidak main-main. andai kau langgar ini, kau akan di cap sebagai orang yang naif atau bahkan bodoh.
meskipun ada temanmu yang kepepet pulsa 300 rupiah untuk mengirim sms ke kakaknya, pura-puralah kau sibuk melamun.
atau andai kau di tanya bagaimana cara membuat akun email baru, jawablah dengan sangat sopan "bayar dong, dulu kan aku belajar di warnet juga bayar ko".
tak perlu kau cemaskan gunjingan orang yang mengatakan kau pelit, itungan dan semacamnya. mereka hanya iri, lemah, tak mampu melakukan sepertimu.
begitulah yang seharusnya. karena kau tak punya hubungan apa-apa dengan apa yang di sebut orang sebagai teman itu. jangan pernah merasa kehilangan, dia hanya kebetulan melintas di tempat kerjamu saat itu.
ini jakarta bung. tiap-tiap kepala menyimpan baik-baik siasat perang sun tzu di otaknya. mereka selalu siaga satu. andai kau lengah sedikit saja kau akan di lahap, lumat.
sekali lagi jangan pernah menyerah untuk tak berbuat baik. sepakat kan?:)



hahaha…aku malah punya slogan:
“curigalah terhadap orang yang baik”
Comment by pitik — January 28, 2008 @ 10:44 am
ya, ya, ya. jakarta memang harus begitu,biar tidak ditelan orang lain. tapi apa iya ya?
Comment by bangsari — January 28, 2008 @ 10:56 am
loe asik, gw asik. loe ga asik, gw bikin asik.
loe jual, gw beli
Comment by mikow — January 28, 2008 @ 11:21 am
Bikin posting ini biar gak dimintain traktir ama temen-temen
Comment by mas KW yang udah gajian — January 28, 2008 @ 12:28 pm
Sering pengalaman digituin, atau sudah menjadi begitu?
Comment by Herman Saksono — January 28, 2008 @ 12:49 pm
kl kita menanam kebaikan, panennya juga kebaikan. kl menanam kejahatan, panennya yg jahat2.
Percaya deh..
Comment by pinkina — January 28, 2008 @ 1:45 pm
jakarta memang bisa mengungkapkan sisi buruk seseorang. tapi benarkah itu salah jakarta?
ehm, di jakarta banyak orang berkantong tebal berlomba2 bagi2 uang sekadar untuk bisa tidur di malam hari..
Comment by mpokb — January 28, 2008 @ 1:57 pm
Hmm… Benar juga, d JKT berbeda dengan disana…
Comment by adit-nya niez — January 28, 2008 @ 2:51 pm
ohh jakarta gitu yah, untung aja suamiku gak mau pindah kesana (sambil manthuk2)
Comment by kenny — January 28, 2008 @ 3:24 pm
berbuat baiklah kepada sesama jika kamu ingin diperlakukan yang serupa… bukalah jalan rejeki orang jika engkau ingin jalan rejekimu di mudahkan oleh-Nya….
Comment by Anang — January 28, 2008 @ 5:42 pm
sampeyan lagi bar di-clathu yo?
Comment by Moes Jum — January 28, 2008 @ 7:17 pm
ini tulisan satir? hehehe
Comment by arya — January 28, 2008 @ 8:24 pm
Sing sopo nandur bakale ngunduh…
Jakarta pancen koyo buto ijo sing nyaplok sopo wae sing leno….
Comment by Ndoro Seten — January 29, 2008 @ 9:08 am
wah mase iki…
Comment by nurussadad — January 29, 2008 @ 10:10 am
setuju .. .
selama ucapan “terima kasih” tidak bisa bikin kenyang .. . ngga perlu berbuat baik
Comment by funkshit — January 29, 2008 @ 11:19 am
jakarta mungkin gila, di luar norma kemanusiaan dan sebagainya yg jelek…tapi apa iya kita harus ikut cuma biar bisa bertahan hidup?
Comment by Hedi — January 29, 2008 @ 11:26 am
hanya manusia itu sendiri yang membuat jakarta itu kejam … jakarta itu nggak ada istilah dosa … hmm…
padahal “everywhere” nurani tetep dipake untuk membantu sesama …. => “Tak Ada Kata Menyesal untuk Melakukan Kebenaran… Ya”
Comment by rgpa — January 29, 2008 @ 1:46 pm
Boleh juga prinsipnya,mas..
Tapi jangan lupa zakat ya? hahahaha
Comment by evan — January 29, 2008 @ 2:19 pm
asal tidak membuat susah orang lain itu sudah cukup, kalau mau berbuat baik waduh… musti pilih-pilih deh
Comment by Totok Sugianto — February 2, 2008 @ 11:53 pm