tak perlu berbuat baik di jakarta
"berbuat baiklah kepada sesamamu. balaslah lebih dari apa yang dia berikan" begitu kata-kata pak haji yang selau ia hembuskan pada suatu petang di langgar samping rumah.
itu dulu, sekarang kau tinggal di kota metropolitan. simpanlah petuah itu menjadi kenangan di sudut otak kirimu. biarkan mengkarat, lalu hilang menguap.
sampai kemudian memunculkan aroma keberisikan di mana-mana di sekitarmu. namun kau tetap kesepian, sendiri. kau bukan siapa-siapa. kau anonim, hanya sebentuk data yang tersimpan di tumpukan berkas kusut pak lurah.
sehingga tak perlulah kau berbuat baik. tak merugikan orang lain, itu sudah cukup. meskipun kalau di kampung orang menyebutnya egois. serius! ini tidak main-main. andai kau langgar ini, kau akan di cap sebagai orang yang naif atau bahkan bodoh.
meskipun ada temanmu yang kepepet pulsa 300 rupiah untuk mengirim sms ke kakaknya, pura-puralah kau sibuk melamun.
atau andai kau di tanya bagaimana cara membuat akun email baru, jawablah dengan sangat sopan "bayar dong, dulu kan aku belajar di warnet juga bayar ko".
tak perlu kau cemaskan gunjingan orang yang mengatakan kau pelit, itungan dan semacamnya. mereka hanya iri, lemah, tak mampu melakukan sepertimu.
begitulah yang seharusnya. karena kau tak punya hubungan apa-apa dengan apa yang di sebut orang sebagai teman itu. jangan pernah merasa kehilangan, dia hanya kebetulan melintas di tempat kerjamu saat itu.
ini jakarta bung. tiap-tiap kepala menyimpan baik-baik siasat perang sun tzu di otaknya. mereka selalu siaga satu. andai kau lengah sedikit saja kau akan di lahap, lumat.
sekali lagi jangan pernah menyerah untuk tak berbuat baik. sepakat kan?:)


