"eh kamu tuh masih percaya agama-agama itu ngga?" telah dua orang yang meragukan ke"agamaan" saya. tak salah benar mereka berpersepsi demikian.
dari perbincangan, tulisan, bacaan dan pertanyaan saya sebelumnya yang mungkin menyeret mereka pada kesimpulan: saya sesat. minimal tak beragama.
apalagi tampak luar, saya jauh dari kesan orang beragama, apalagi beriman. saya suka mekakai kaos oblong, bukan baju koko atau kemeja sopan lainnya. boros bahan celana, karena panjangnya melebihi panjang kaki.
muka, jelas-jelas klimis, tak miara jenggot. meskipun tak mirip stalin, lenin atau mark
juga. tak punya peci, enggan memakai kafiyeh yang lagi trend di kalangan remaja.
pada setiap kata yang terucap tak pernah terlontar ekspresi yang mengindikasikan menguasai ilmu agama, sebentar-sebentar masyaAlaah, Allahu akbar, subbhanalah.
saya suka mendengar lagu sajadah panjangnya bimbo, kadang juga josh groban yang menyuarakan holy night. dan mengucapkan selamat hari ke semua: natal, nyepi, atau waisak.
teman kerja baru, bahkan sangat jengkel melihat ketersesatanku. via ym maupun di waktu makan siang, dia berbicara sampai berbusa-busa meyakinkanku, untuk tak bimbang menempuh jalan yang benar.
saya mendengarkan takzim. meskipun tak ada yang "baru". sama, seperti yang sudah saya dengar di teve, khutbah jumat atau ustad-ustad yang lagi ceramah.
puncaknya, dia akan mentraktir buku tafsir al misbah tulisan Prof. dr. m quraish shihab yang 15 jilid itu.



ah serius itu 15 jilid?
maaaaaaaaaaaaau
!
Comment by balibul — January 25, 2008 @ 1:41 pm
@gembul: weh..sing jebolan al islam..nggaya..
Comment by pitik — January 25, 2008 @ 1:57 pm
lha, saya sekarang justru lg tertarik sama atheism, hahahah…
Comment by venus — January 25, 2008 @ 2:18 pm
15 jilid ???serius? percuma nek mek ge bantal
Comment by pinkina — January 25, 2008 @ 2:27 pm
Jangan jangan kamu titisan Syeh Siti Jenar..
” ...tiada syeh siti jenar hanya Tuhan dalam aku ”
Comment by iman brotoseno — January 25, 2008 @ 2:30 pm
agomo ki nang njero ati, duduk jenggot uotwo kupluk. haha
Comment by mumu — January 25, 2008 @ 2:32 pm
saya ada jenggot nih.. berarti saya dibilang alim ya harusnya
Comment by funkshit — January 25, 2008 @ 2:47 pm
OoT : eh,bos,,.,,kbr jkt pie..????
Comment by escoret — January 25, 2008 @ 4:37 pm
haha, cerita paling menarik yang saja baca dalam satu hari ini…
Comment by nothing — January 25, 2008 @ 7:42 pm
wuahh… saya mau tuh buku tafsirnya.
Comment by Siti Jenang — January 25, 2008 @ 9:15 pm
tafsir al misbah…...hmmmmm.
Comment by pacul — January 25, 2008 @ 9:33 pm
tuh buku ntar di review mas ya, biar cempluk tauuuu
Comment by cempluk — January 25, 2008 @ 10:34 pm
bacaan yang berat… kira2 bisa katam gak ya hhmmm…
Comment by Totok Sugianto — January 25, 2008 @ 10:43 pm
Wah, 15 Jilid? mau banget, kalau situ gk mau…buat saya aja
)
Comment by Donny Reza — January 26, 2008 @ 4:18 am
“muka, jelas-jelas klimis, tak miara jenggot. meskipun tak mirip stalin, lenin atau mark
juga.”
Saya jadi merasa punya jenggot
, btw jenggot saya jenggot suka-suka mas bukan jenggot ideologis…
Comment by Anonymous — January 26, 2008 @ 4:38 am
Sori mas, kommen yang no.15 di atas, saya yang kommen, sori tadi keburu kepencet…
Comment by Wazeen — January 26, 2008 @ 4:39 am
emang mesti jenggotan ya ? Nek elek koyok mbek yo mending ora usah jenggotan wee…
Comment by jeng endang — January 26, 2008 @ 7:21 am
lha? ngapain ndengerin ocehan manusia…cuman sang kuasa yang berhak menilai dan yang kuasa nyang lebih tahu kita, tul nggak?
Comment by abeeayang™ — January 26, 2008 @ 7:39 am
aduh ngakak aku…keingat mark mantanku yg palanya mirip lenin
Comment by dian — January 26, 2008 @ 8:30 am
berarti sampean sudah dijalan yang benar, hehehe…
Comment by peyek — January 26, 2008 @ 9:47 am
huhuhuh,..
slamat menjalani prosesnya,..
lam kenal yak,..
Comment by bayu — January 26, 2008 @ 11:11 am
Memang harus berjenggot ya…..hehehe….
Yang menentukan iman kita kuat, dan menjalankan kewajiban sesuai yang diamanahkan oleh keyakinan kita….hanyalah Tuhan. Dan tak ada hubungan dengan atribut-atribut yang dipakainya.
Btw, mau juga dikirimi tafsir…..
Comment by edratna — January 26, 2008 @ 11:15 am
bukunya setebal apa tuh?
Comment by away — January 26, 2008 @ 11:26 am
emang kalo pake kaos oblong dan tampang klimis tanda2 tampak seperti orang tak beragama ya? saya kena ini
Comment by annots — January 26, 2008 @ 12:29 pm
weh bejo tenan kowe mas. aku yo gelem leles
. nggo pajangan hehehe
lagian mosok kita harus nunjukin ke semua orang kalo kita itu orang yg taat dan beriman.
Comment by de — January 26, 2008 @ 2:16 pm
Begitulah, kadang kita cuman menilai keimanan seseorang cuman berdasar simbol2 saja. Betul, tidak?...
Comment by Dony — January 26, 2008 @ 5:26 pm
traktiran buku jutaan rupiah? ck ck ck..
Comment by mpokb — January 26, 2008 @ 5:35 pm
dah mo insyap??
Comment by kenny — January 26, 2008 @ 9:54 pm
dimesir sini juga gituh..makin tebel dan panjang jenggotnya …terlihat makin alim…cumaaaa…yg bkn binun..pastur2 juga berjenggot tebel dan panjang … aneh kan
Comment by icha — January 27, 2008 @ 1:20 am
ah kita sama bro, santai aja.. Tuhan lebih mulia dari sekedar dogma agama
Comment by brainstorm — January 27, 2008 @ 2:52 am
lha bojoku jenggotan, padahal jelas jelas kami bukan moslem..hihi
Comment by mei — January 28, 2008 @ 8:45 am