dari numpang baca di ruang sebelah, tercomot salah satu majalah islam (majalah kok beragama to?) edisi 09/xix/jan 2008. di halaman 55, pada surat pembaca ada pertanyaan dari seorang ibu.
petikannya setelah diedit begini:
"bu, apakah seorang muslim diharamkan bertepuk tangan dalam berbagai acara keagamaan saja namun di perbolehkan pada acara umum?"
saya menduga, ibu ini tinggal di kampung panggang, gunung kidul yang tak terjangkau jaringan satelit. ia berkirim surat ke redaksi majalah tersebut melalui pos yang jaraknya harus naik angkutan kampung yang hanya beroperasi pada hari pasar saja.
saya membacanya sekali lagi. oh bukan, ternyata dia tinggal di jakarta. kota metro yang lampu malnya terang benderang. yang bisa dipakai untuk penerangan masyarakat se kecamatan.
bayanganku beralih ke seorang ibu yang kesehariannya di penuhi kebahagiaan melimpah. suaminya tak pernah selingkuh, dua anaknya manis-manis sudah berada di sekolah dasar. tak ada masalah keuangan bagi rumah tangganya.
selalu mengikuti pengajian rutin bulanan dan mingguan. tak pernah nyetel televisi yang isinya tontonan tak mendidik. tak mau pergi ke mal yang menjual produk dari amerika yang keuntungannya dipakai untuk membiayai perang.
ia lebih suka ke pasar tradisional, bukan pasar hyper. di pasar modern itu banyak produk impor yang belum ada cap halal dai mui. daripada ragu-ragu, ia lebih memilih yang sudah jelas tak berdosa ketika memakannya.
dia tinggal di kompleks perumahan kaffah. jarang ke luar rumah, andai tak mendapatkan ijin suaminya. apalagi berghibah seperti yang dilakukan ibu-ibu di sinetron. sampai-sampai ia tak mendengar saat ada anjing membusuk di samping rumahnya.
ha ha



saya juga jarang nonton tipi, mas
tepok tangan
Comment by caplang[dot]net — January 23, 2008 @ 5:51 pm
ada yang salah sodara?
Comment by balibul — January 23, 2008 @ 5:59 pm
wah saya lemot.. ngga ngerti
Comment by funkshit — January 23, 2008 @ 6:12 pm
seandainya,
Josh Groban datang ke Indonesia melakukan konser natal..saya akan datang, dan bertempuk tangan setelah acara…
Comment by iman brotoseno — January 23, 2008 @ 7:00 pm
emang sejak kapan kita orang islam gak boleh tepuk tangan? aku koq gak mudheng mas …
Comment by Moes Jum — January 23, 2008 @ 7:27 pm
yakin ora mudeng…..tepuk tangan sajah ah
Comment by pacul — January 23, 2008 @ 9:09 pm
lha kalo bertepuk sebelah tangan piye?
Comment by evan — January 23, 2008 @ 9:55 pm
waduh, ternyata ada ya di jakarta ibu2 kayak gitu salut…salut, mesti tepuk tangan nih
Comment by kenny — January 24, 2008 @ 12:42 am
bener tuh mas, orangnya ciri2nya begitu? bener??
Comment by jeng endang — January 24, 2008 @ 6:01 am
mosok sih tepauk tangan ga boleh?
Comment by evi — January 24, 2008 @ 7:37 am
ya mohon dimaklumi, kebun duren belum tentu isinya pohon duren semua kan
Comment by iway — January 24, 2008 @ 8:24 am
wong itu cuman cerita aja ko. tak paham apanya ya… saya kok malah bingung heheh
Comment by Administrator — January 24, 2008 @ 9:28 am
Haa..mosok sih..????
Comment by maruria — January 24, 2008 @ 12:25 pm
ghibah ki opo mas kawe???
Comment by mei — January 24, 2008 @ 3:15 pm
intinya tepuk tangan itu gak diperbolehkan kalau lagi nyetir motor atau mobil, dikawatirkan bisa terjadi tabrakan karena pengemudi lepas tangan
Comment by Totok Sugianto — January 24, 2008 @ 3:20 pm