eyang kakung belum sembuh ya?

kini kematian mengalami pergeseran makna. dulu seorang divonis mati andai denyut nadi di pergelanghan tangan kiri berhenti.

teknologi berkembang, detektor jantung ditemukan dan seorang dinyatakan mati ketika denyut jantung tak ada lagi.

lalu muncul lagi eeg (electronchephalogram) yang bisa mendeteksi gelombang elekterik otak. andai gelombang itu flat, ia mati.

kini para dokter bisa memasang alat pacu jantung, paru-paru, otak dan lainnya untuk berusaha terus memfungksikan organ-oragan yang aus. sehingga bisa beroperasi dengan baik.

kata mas pitik, yang mengatur hidup kita ternyata gen. kita tidak bisa mengaturnya. dengan biologi molekuler kelak manusia dapat mengatur gen tersebut sehingga manusia bisa hidup terus.

namun achmad chodjim dalam bukunya makna kematian (terbitan serambi 2004) mengatakan "dunia ini adalah alam kematian". hidup yang sebenarnya tak mengenal mati. kita saat ini terperangkap dalam tubuh yang berupa daging tulang dan darah.

jasad adalah kerangkeng bagi diri/jiwa. dengan jasad manusia menjumpai banyak penderitaan, neraka.  

hidup yang sebenarnya tanpa jasad. sehingga tak ada rasa lapar, haus dan lesu. kita berada di planet ini untuk menyiapkan dan menuju ke kehidupan yang sebenarnya. bila tak siap, yang ditemui hanyalah alam kematian lagi. jiwa akan terperangkap lagi ke dalam badan yang bersifat bangkai.

selamat tahun baru hijriah bagi yang merayakan.