mumpung cuaca dingin atau karena memang ngebet tak sabar lagi, teman sepabrikku menikah pagi ini. hari jumat (4 jan 2008). menikah itu mengerikan menurutku. karena tidak mungkin ada perkawinan yang benar-benar membahagiakan.
mencintai itu artinya memberi tanpa pamrih, sama sekali. dan aku kayaknya belum bisa sampai ke taraf itu. namun tetap saja banyak pasangan yang melakukan. ruang resepsi terbooked semua pada hari libur.
disaksikan kerabat, teman, bunga melati, meja kayu jati dan seluruh alam temanku bersaksi untuk saling mencintai dan berbagi toleransi. mau menerima apa adanya pasangan. meskipun tak tahu isi hati terdalamnya.
banyak yang sukses. tak sedikit merasa terjebak di neraka. konon kegagalan itu karena salah dalam cara mencintai. kebanyakan mereka mencintai dengan caranya sendiri, bukan dengan cara yang diinginkan pasangannya.
di situlah kesabaran dan kesetiaan diuji. perkawinan katanya sarana berlatih berserah diri, sarana jalan untuk menuju cintaNYa yang sempurna. ini mungkin berkaitan dengan kata nabi "siapa saja yang menikah, ia telah menguasai separuh agamanya.
alasan ini juga mungkin yang selalu dipakai orang-orang untuk meyakinkanku agar segera menikah. bukan aku tak berani, tapi aku ingin lewat cara lain. seperti kata rumi “kalau engkau termasuk manusia pemberani, maka tempuhlah jalan Muhammad tapi kalau tidak, maka setidaknya tempuhlah jalan Isa.”
tapi saya pilih tak punya pacar (tetap) aja.



kalo cuma asal kawin, hewan juga ahli, mas
Comment by Hedi — January 4, 2008 @ 4:39 pm
menikah itu mengerikan?
berarti mas kw nggak akan nikah nih?
Comment by mikow — January 4, 2008 @ 4:41 pm
Iya ya Mas, banyak undangan pernikahan bulan ini. Aku setuju sama, Mas, kalo belum ketemu orang yang klop dan klik untuk berbagi rasa dan bertenggang rasa mending ngejomblo aja dulu. Daripada kawin-cere, atau bolak-balik pindah dari pelukan satu ke pelukan yang lain.
Comment by Bening — January 4, 2008 @ 4:51 pm
gambare elok tenan…koleksimu akeh we kawe?mbok dibagi
btw, mencintai dengan cara yang diinginkan pasangan?wah..kata2 hebat..
Comment by pitik — January 4, 2008 @ 4:51 pm
mencinta dan dicinta tak kan habis dalam bahasan kata kata mas, just do it
Comment by aprikot — January 4, 2008 @ 5:06 pm
gambare anu banget…
Comment by nurussadad — January 4, 2008 @ 5:17 pm
ho oh gambare …
Comment by bahtiar — January 4, 2008 @ 5:47 pm
halah….kw + n, rak wis kawin kuwi…..
Comment by pacul — January 4, 2008 @ 5:55 pm
yang sulit dalam perkawinan adalah bagaimana mempertahankan passion yang selalu seimbang. Sampai kapanpun. Begitu salah satu kehilangan passion itu. saat itu juga perkawinan adalah sebuah kutukan.
Comment by iman brotoseno — January 4, 2008 @ 10:19 pm
Jangkrik ki…judule “KAWIN”, ilustrasine yo marai “ho’oh”, tak kiro ngomongke kawin tenan, kawin sing kawin kuwi lho..hahahaha…jebul nikah to…wes pengen rabi sajake mas karmin iki….
Comment by joell — January 4, 2008 @ 11:56 pm
jadi tahun ini kan menikahnya? ketoane wis pengen sampeyan
Comment by Totoks — January 5, 2008 @ 1:41 am
cepat atau lambat, fase itu toh akan dilalui juga mas!
masih kata rumi
Comment by peyek — January 5, 2008 @ 7:42 am
gambar loh rek rek..merusak mata..hehehe..atau kebalikannya ya menyehatkan mata..
nikah adalah ibadah, jadi ketika saling mencintai, mending y menikah.
Comment by andi bagus — January 5, 2008 @ 8:14 am
Hanya separuh? Sisanya pasti dikuasai mereka yang “berhasil dalam pernikahan”
Maksute piye Bung?Apakah jalan pemberani = ‘memiliki banyak istri’ dan jalan bukan pemberani (penakut?) = ‘tidak menikah?’
Comment by Guh — January 5, 2008 @ 11:03 am
mengerikan banget juga engga sih, mas. tapi ya gitu lah, namanya komitmen pasti butuh banyak kompromi dan macem2. ini yg mungkin agak berat buat sebagian orang. halah seriusnyaaaa
Comment by venus — January 5, 2008 @ 11:23 am
hehehehe…. musim hujan memang musim kawin.
Comment by zen — January 5, 2008 @ 3:10 pm
obat dingin yang paling mujarab memang kawin…. menyatukan dan menguatkan tubuh demi terciptanya hawa panas yang mengalir dari atas hingga kebawah…. nikmat sekali… hmmm
Comment by Anang — January 6, 2008 @ 1:47 am
dosa tanggung diri masing2
Comment by icha — January 6, 2008 @ 4:24 am
eh Isa iku jarene punya istri lho. namanya maria magdalena. wah iso duwo iki diskusine
gambare iku lho weh weh mas, sampeyan wes kudu ndang kawen ketoke
Comment by de — January 6, 2008 @ 8:03 am
menikah itu mengerikan ? Jan jane yo ora kok mas Kar…..menikah itu enake cuma 5%,............yang 95 % ???? Enak buangeeet …hee…hee..
Comment by piet — January 7, 2008 @ 8:49 am
kawin…? enak kok hehehe…..
Comment by evi — January 7, 2008 @ 12:06 pm
marriage is once in a lifetime.makanya perlu kesiapan lahir batin dan niat yang lurus untuk menyempurnakan separu ibadah. sebelum memmutuskan untuk menikah, baca dulu buku2 bang m faudhil azhim atau ayat ayat cinta nya habiburrahman el shirazi yang lagi booming. jgn memutuskan menikah hanya dengan pertimbangan umur.
Comment by andromeda — January 7, 2008 @ 12:24 pm
Lha kowe piye, wes wani ngopeni anake uwong rung?
Gojekan lawas, “kawin kerep, nikah dhurung” hehe
Comment by Dony — January 7, 2008 @ 1:49 pm
gambar itu salah satu dari gaya yang diinginkan oleh pasangan kita yo mas..
hayooo bergaya, cepret..
Comment by shemut — January 7, 2008 @ 7:10 pm
wedhoke awakke apik =(
Comment by mei — January 13, 2008 @ 10:04 am
emng marriage needs effort kl mo bahagia beneran. ga asal nikah kontan pasti bahagia.
kl menyegerakan menikah, berarti juga segera belajar merumuskan metode nikah bahagia beneran loh..jadi dari umur yg tersisa semoga lebih bnyk bahagianya dibanding menderitanya
atau ga usah nikah sm sekali? hohohoh..
Comment by lei — January 29, 2008 @ 3:51 pm