jahat sekali andai aku menulis ini dengan senyum. tentang seorang balibul. sore itu dia telah menolak ajakan nongkrong jam 5 sore. selalu alasanya banyak kerjaan. selain jam sepuluhnya  rencananya dia datang ke bhi, akan ada momon disitu.

seharian kerja terus dan belum kelar-kelar. aku menduga dia dikejar tenggat waktu proyek 7 miliar itu.  ajakan pertama gagal, aku mencoba lagi. sampai jam 20:00 via ym dia mengabarkan kerjaan belum kelar juga.

aku yakinkan, pekerjaan tak ada habisnya. besok lagi besok lagi masih ada hari. perlahan dia melembek, hasutan saya sukses. dia berangkat menstater motornya dan meluncur tempat pertemuan. di sana ada mumu yang juga sudah menunggu.

dia trejebak macet di lampu merah ratu plasa jl sudirman. baiklah, kami masih sanggup menunggu. aku pikir paling lambat sampai jam sembilan. namun sampai berbatang-batang rokok habis, belum muncul juga.

sebegitu macetkah? ternyata aku tak menyadari, di luar hujan angin deras. oh dewa-dewa penguasa langit, apa yang terjadi di jalanan sana?. aku yakinkan apakah dia kehujanan? inilah jawabnya lewat sms : iyo saiki nang ngisor fly over semanggi karo tuku sego goreng. klambiku kebes gak sido mrono.

di pinggir kiri jalan itu ia memarkir motornya. seluruh bajunya kuyup dan rokoknya ketinggalan karena berangkat terburu-buru. celingak-celinguk sendirian.

aku tahu benar, betapa misuh-misuhnya balibul malam itu. kerjaan terbengkelai, gagal di traktir mumu dan ke bhi dengan baju yang basah kuyup sampai pagi. atau kamu cari pinjaman baju kemana kawan?

maapkeun bul, sengaja!