hidup yang singkat, mari kita rayakan
dailyJanuary 29, 2008 2:24 pm

masih sibuk dengan pekerjaan yang terus menerus mengejar untuk segera di selesaikan, masih dengan bos diktator brutal melebihi hitler dan mengongkosi per bulannya diatas (sedikit saja) umr, bersabarlah.

di luar sana, masih berpuluh juta pengangguran menggapai-gapai. selain itu kerja adalah ibadah. ibadah itu harus ikhlas, ikhlas itu tak berharap. jadi bekerja dengan imbalan syurga, betapa indahnya?

kita tahu semua, uang bukan segalanya. yang penting tetap berusaha semaksimal mungkin. suatu hari nanti kita akan bahagia. ya suatu… hari… nanti.

jadi berangkatlah lebih pagi, meski dengan berdiri, nikmati kemacetan yang menyiput dengan kecepatan 2 km/ jam. di dalam angkot (mobil) kita bisa melamun, membayangkan atau berpikir sehingga blog selalu terupdate. ini lebih menyenangkan daripada misuh-misuh dan merutuki keadaan.

jam kantor habis, cepatlah berkemas. langsung pulang ke rumah saja. tak cukup bermanfaat mampir-mampir tanpa tujuan. apalagi ngopi, nongkrong tak jelas. sesekali saja mampir beli buku motivasi atau tuntunan shalat lengkap.

di mal itu, hati-hati menginjak jebakan kapitalis. mereka tak pernah putus asa menghembuskan diskon pada produk fashion sampai 70%. sebenarnya kita hanya perlu 3 lembar kemeja, dua potong celana dan sepasang sepatu. selebihnya itu pemborosan.

lebih baik uangnya dipakai untuk membayar dp gedung resepsi, mbayar cicilan motor, mbayar cicilan kpr atau asuransi pendidikan anak. begitu seterusnya.

agar terhindar dari hal buruk, lebih baik menghabiskan waktu di rumah. kantor- rumah, kantor-rumah. setiap hari. setiap minggu. setiap bulan. sepanjang tahun.

buku 12:07 am

novel ini mirip autobiography. plotnya linear, maju terus. penulisnya, pak muhammad sobary yang kolomnis itu memulai kisahnya di sebuah stasiun.

dramatis, bocah yang belum pernah bepergian jatuh itu terpaksa sendirian ke jakarta. melihat itu ibunya pingsan.

beda sekali dengan apa yang aku alami. aku pergi ke jakarta karena di"usir" sama simboku. boro-boro ada linangan air mata. namun kata-kata tegas seperti ini: tak ada yang bisa kau lakukan di sini, pergilah.

dalam perantauan, hanya nasib yang membedakan. bocah kecil itu diam-diam menggenggam erat sebuah cita-cita yang tak diketahui kedua orang tuanya.

sampai pada suatu waktu tulisan dia bertebaran di media, sibuk seminar dan undangan lain.

lalu di percaya menjadi petinggi di sebuah company.dari seorang ilmuwan, ia masuk ke kandang birokrat. ia cukup shock menghadapi orang-orang yang gencar mempertahankan status quo. selain ia makin sering menghadapi banyak pertemuan, dialog, rapat.

selain itu dia juga harus menerima tamu-tamu yang membahashal hal sepele: minta tolong naik pangkat, minta supaya di mutasike divisi yang lebih nyaman dan minta minta yang lain.

keheranannya makin memuncak ketika melihat temanya yang menjadi wakil rakyat. teman yang belum pernah terjun riil ke masyarakat, memperjuangkan haknya yang tertindas, apalagi memikirkan negara yang ruwet, apa yang ada di benaknya, tanyanya

di kota ini, ia merasa jadi musafir. perjalanan selanjutnya silakan membacanya sendiri.

begitulah, penyampaian curhat pak sobary begitu gamblang. saya sendiri lebih suka membaca kolomnya yang fenomenal : kang sedjo melihat Tuhan.

judul sang musafir
penulis: mohamad sobary
penerbit gramedia
tebal: 265

buku yang lain 

dailyJanuary 28, 2008 12:19 am

"berbuat baiklah kepada sesamamu. balaslah lebih dari apa yang dia berikan" begitu kata-kata pak haji yang selau ia hembuskan pada suatu petang di langgar samping rumah.

itu dulu, sekarang kau tinggal di kota metropolitan. simpanlah petuah itu menjadi kenangan di sudut otak kirimu. biarkan mengkarat, lalu hilang menguap.

sampai kemudian memunculkan aroma keberisikan di mana-mana di sekitarmu. namun kau tetap kesepian, sendiri. kau bukan siapa-siapa. kau anonim, hanya sebentuk data yang tersimpan di tumpukan berkas kusut pak lurah.

sehingga tak perlulah kau berbuat baik. tak merugikan orang lain, itu sudah cukup. meskipun kalau di kampung orang menyebutnya egois.  serius! ini tidak main-main. andai kau langgar ini, kau akan di cap sebagai orang yang naif atau bahkan bodoh.

meskipun ada temanmu yang kepepet pulsa 300 rupiah untuk mengirim sms ke kakaknya, pura-puralah kau sibuk melamun.

atau andai kau di tanya bagaimana cara membuat akun email baru, jawablah dengan sangat sopan "bayar dong, dulu kan aku belajar di warnet juga bayar ko".

tak perlu kau cemaskan gunjingan orang yang mengatakan kau pelit, itungan dan semacamnya. mereka hanya iri, lemah, tak mampu melakukan sepertimu.

begitulah yang seharusnya. karena kau tak punya hubungan apa-apa dengan apa yang di sebut orang sebagai teman itu. jangan pernah merasa kehilangan, dia hanya kebetulan melintas di tempat kerjamu saat itu.

ini jakarta bung. tiap-tiap kepala menyimpan baik-baik siasat perang sun tzu di otaknya. mereka selalu siaga satu. andai kau lengah sedikit saja kau akan di lahap, lumat.

sekali lagi jangan pernah  menyerah untuk tak berbuat baik. sepakat kan?:)

dailyJanuary 25, 2008 1:27 pm

"eh kamu tuh masih percaya agama-agama itu ngga?" telah dua orang yang meragukan ke"agamaan" saya. tak salah benar mereka berpersepsi demikian.

dari perbincangan, tulisan, bacaan dan pertanyaan saya sebelumnya yang mungkin menyeret mereka pada kesimpulan: saya sesat. minimal tak beragama.

apalagi tampak luar, saya jauh dari kesan orang beragama, apalagi beriman. saya suka mekakai kaos oblong, bukan baju koko atau kemeja sopan lainnya. boros bahan celana, karena panjangnya melebihi panjang kaki.

muka, jelas-jelas klimis, tak miara jenggot. meskipun tak mirip stalin, lenin atau mark
juga. tak punya peci, enggan memakai kafiyeh yang lagi trend di kalangan remaja.

pada setiap kata yang terucap tak pernah terlontar ekspresi yang mengindikasikan menguasai ilmu agama, sebentar-sebentar masyaAlaah, Allahu akbar, subbhanalah.

saya suka mendengar lagu sajadah panjangnya bimbo, kadang juga josh groban yang menyuarakan holy night. dan mengucapkan selamat hari ke semua: natal, nyepi, atau waisak.

teman kerja baru, bahkan sangat jengkel melihat ketersesatanku. via ym maupun di waktu makan siang, dia berbicara sampai berbusa-busa meyakinkanku, untuk tak bimbang menempuh jalan yang benar.

saya mendengarkan takzim. meskipun tak ada yang "baru". sama, seperti yang sudah saya dengar di teve, khutbah jumat atau ustad-ustad yang lagi ceramah.

puncaknya, dia akan mentraktir buku tafsir al misbah tulisan Prof. dr. m quraish shihab yang 15 jilid itu.

bukuJanuary 24, 2008 3:17 pm

kabar baik bagi kalian yang ditekan pekerjaan terus, suka marah dan misuh, tak pernah mau di ajak nongkrong dan kopdaran. agar mood jelek itu hilang ada kok resepnya: makan.

namun jangan asal tentu saja. ini aku kopi pastekan dari bukunya wied harry apriadji:good mood food terbitan gramedia.

andai kalian dikerubuti stress dan depresi utamakan mengunyah beras merah, kangkung, pepaya, ikan tuna, alpukat, susu kedelai, jamur, yoghurt, ubi jalar.

masih ada lagi nih: kerang, ikan teri medan tawar, tempe, kepiting, kacang hijau, jambu biji. alasanya lengkap di ulas di buku setebal 104 halaman full color ini.

kalau mengalami migrain, oleh wied dipersilakan mengkonsumsi beras merah, kacang hijau, hati sapi, pepaya, alpukat, ikan tuna , kacang merah. itu saja. jangan makan gorengan, apalagi sego kucing di angkringan.

mungkin teman atau saudara kesulitan tidur, paksalah untuk makan beras merah, kacang hijau, susu kedelai, telu brokoli, pisang, ikan segar, kerang, susuhangat, lettuce. itu saja. oh ya lettuce ini mengandung senyawa opium yang membuat rileks.

untuk saya sendiri yang punya otak kecil dan pelupa, saya harus banyak makan daun singkong, ikan mas, tempe, bayam, semangka, ikan tuna, taoge, wijen, bawang putih.

pengen bunuh diri, jangan dulu. perasaan itu bisa dihilangkan dengan makan beras merah, ikan tuna, bayam, jambu biji, ikan kakap, salmon. tentu saja ya… apalagi kalau makannya bareng-bareng.

nah yang menjadi masalah, andai lagi pengen nggamparin orang, golongan darahnya b, kolesterol tinggi, kencing manis, diabetes susahkan nayri makanan yang pas. :)

 buku lain