pagi jam 7-10. di ruangan cukup besar itu ia memulai siaran. menyapa seluruh pendengarnya sampai jauh ke pelosok surabaya dan sekitarnya. suaranya yang menggelegar dan enak, mayoritas ibu-ibu menggemarinya.

ketika di depan mike tak ada yang bisa menahannya. tak ada yang bisa memerintahnya bertutur seperti apa. ia bebas berbicara apa saja. tentang nanti ada yang salah dan mendapat sp (surat peringatan) dari atasan itu urusan belakangan.

acara prime time yang dipegangnya itu adalah tanya jawab seputar masalah kesehatan dan seks. semua pendengar sangat bebas bertanya, termasuk misalnya pertanyaan:  mbak saya kok bisa orgasmenya cuma kalau pake tangan?

bagi penyiar lain, pertanyaan itu di sensor. namun tidak bagi denayanti. menurutnya pertanyaan seperti itu tidak vulgar. dan untuk memuaskan pendengarnya, ia mempunyai ratusan databse dokter seluruh surabaya yang siap memberikan jawabannya.

15 tahun melanglang di dunia persiaran,  ia tahu apa yang pendengar mau. sehingga ia tak segan-segan memberontak terhadap (sop) standar operasional prosedur yang ada. namun justru karena itu pendengarnya meningkat.

seperti dalam film-film hollywood yang tak menang oscar, keterjunannya ke dunia broadcasting ini secara tak sengaja. waktu itu dia mengantarkan temannya wawancara di sebuah radio.

cukup kaget, melamar kerja kok gampang begitu. dan dengan ijin temannya ia memasukkan lamaran. bisa di duga, dia yang diterima. gaji pertamanya sebesar 600 ribu rupiah. waktu itu nilainya tentu cukup besar.

ia lalu  mengajak seluruh teman-teman kostnya nonton bioskop. yang tak kalah hebohnya ia memborong banyak sekali coklat dari berbagai merek dan di bagi-bagikan.

"saat itu saya langsung kaya mas, makan bisa di warung yang agak mentereng, katanya. tak perlu waktu lama untuk menggaet fans. karena suaranya ekspresif, lepas, blak-blaka dan tertawanya yang aneh.  dan ini modal , cirikhas yang membedakan dengan penyiar lainnya.

makin bulan, fansnya makin banyak, dari berbagai kalangan selain ibu-ibu. banyak hal unik di lakukan para fansnya. seeorang penulis fiksi misalnya. "dia pernah menelepon, sampai agak-agak flirting gitu. belum tahu dia, dena itu cuman suaranya aja yang oke. wajahnya ancurr", katanya sambil ngakak.

kebanyakan mereka para fansnya sering mendapat kiriman makanan.

ibu dua orang putera ini, sangat suka berenang. "i’m very proud of my self soal renang ini, katanya. menguasai 3 gaya : dada.bebas dan kupu-kupu. ia juga sanggup berenang lima kali bolak-balik di kolam berukuran olimpiade. hobi lainnya, perempuan bernenek moyang tiongkok ini juga menguasai banyak bahasa.

namun ia hanya memakainya di pasar. misalnya bahasa cina, ia pakai di pasar atom. bahasa madura dipakainya di pasar wonokromo. tujuannya apalagi kalau bukan untuk mendapatkan harga murah. "bahasa belanda bisanya cuman gutten morgen doang"

suka membaca buku. penulis favoritnya remy silado dan umar khayam. perempuan ini tak suka hal yang serius, malas berpikir yang berat-berat tepatnya. dari banyak teman di bhi, ia paling suka chatting dengan pitik. "ece-ecean kalau chat sama dia.

"menjadi penyiar itu  entry berrier nya rendah. gampang sekali jadi penyiar. namun sekarang modal suara bagus tak mutlak lagi. kan percuma kalau siarannya cuman gitu-gitu saja. pendengar sekarang kan juga cerdas mas. tuntutan mereka, setelah mendengar suara bagus, lalu apa yang keluar dari suara bagus itu.  begitulah ia mengakhiri perbincangan.  
 
percakapan ini dilakukan saat hujan deras, di pinggir jalan ia menunggui kebab kesukaan anaknya. versi teks aslinya seluruhnya berbahasa jawa.

profil sebelumnya