puisi-puisinya sangat kontemplatif dan "alus". jangan bayangkan penyair kita ini berpenampilan kumal, rambut acak-acakan, kurus dengan warna bibir menghitam karena tumpukan nikotin ketika menangkap ide-ide yang lewat berseliweran.
petang, perempuan langsing itu datang digandeng laki-laki berkulit gelap, pekat. (laki-laki ini sering datang ke bhi). kontras dengan blazer krem yang dipakainya. perjumpaan pertamaku di warung laksana untuk buka bersama.
tentang pilihan cowoknya yang hitam, ia berkomentar, saya suka banget yang hitam. manis. kayaknya "cowok banget" gitu. namun apakah puisi berikut di khususkan untuk pacarnya itu? entahlah .
ini aku kopipastekan puisinya yang dimuat di puisi.net. judulnya "dusta".
begitulah kau, awan, selalu dituding sebagai pelaku utama turunnya hujan. padahal matahari yang mengumpulkan tetes demi tetes dari bumi di perutmu.
maka awanlah aku.
dusta yang terhimpun itu darimu.
indahkan?
menurutnya, ia suka menulis kenangan-kenangan masa lampaunya. masa bocah, masa remaja maupun hari yang baru saja lewat. peristiwa yang terjadi di gedung feedex, pondok pinang, lantai (?) tempat ngantornya.
"puisi itu tempatku curhat, secara terselubung" katanya. meskipun aku yakin tak semua yang tertera di blognya pernah dialaminya secara riil. bisa jadi peristiwa imajiner, pengalaman virtualnya.
keturunan aceh yang besar di jakarta ini, rupanya telah terkontaminasi kultur jawa (timur) yang menolak blak-blakan. sehingga pada puisinya tak akan kita menemukan kata atau kalimar sevulgar penyair binhad nurohmat.
sampai sekarang tak mengidolakan seorang pun penyair macam joko pinurbo atau sutarji cholzum bahri. bukan sapardian, bukan pula chairil anwaris. ia lebih ngefans dengan ts pinang, hasan aspahani, pakcik ahmad dan inez dikara.
siapa mereka? sebelumnya saya juga tidak tahu.
mereka adalah para penyair yang sangat aktif di milis bunga matahari. di milis inilah perempuan yang suka belanja di “empire” blok m ini mengenal puisi. sempat mengikuti teori di kelas. namun menurutnya teori-teori itu malah terasa membelenggunya berkreasi.
ia lebih memilih keluar dan mengabaikan bahasan yang cukup njlimet itu. dan sekarang puisinya sudah bertebaran di situs puisi.net dan beberapa milis. selain milis bunga matahari, juga warung puisi dan apsas (apresiasi sastra).
apakah kau tak akan membukukan puisi-puisi itu?
"belum ada rencana. saya tak pernah bermimpi. namun biarlah mereka (puisi-puisi) itu berkembang biak di habitatnya."
milla, bisa jadi kelak akan di kenal sebagai penyair besar. meskipun sekarang ia masih menolak sebutan itu. ia lebih memilih sebagai penikmat sastra saja. selain puisi, ia juga membaca fiksi, namun tidak biogafi.
puisi-puisinya ditulisnya sangat cepat. biasa disela-sela mengerjakan mom di tempatnya bekerja. bisa juga sering berlama-lama menunda dan menundanya. karena belum menemukan kata yang tepat.
lalu seperti apa sih puisi yang bagus itu?
"yang sederhana, yang sudah matang, utuh. bisa juga kompleks namun langsung "nendang ke hati".
puisi memang bisa saja jatuh dari langit, namun penyair tidak. begitulah. ia terus menulis, mengasah kepekaan dan meningkatkan tekniknya.

kayanya pernah liat deh…
Comment by caplang™ — December 25, 2007 @ 6:59 am
kapan dibawa ke bhi mas?
Comment by mikow — December 25, 2007 @ 9:33 am
ngenteni komene pitik…
Comment by de — December 25, 2007 @ 10:50 am
loh milla tho…
nyowo ki ono piro kang?
wah perang..perang…perang..:D
Comment by balibul — December 25, 2007 @ 11:17 am
ohh ini tho mila yg sering disebut2 di blog nya pitik
cantik, kliatan lembut
Comment by kenny — December 25, 2007 @ 12:48 pm
agh iya mas, barusan obrak-abrik google dan juga ke beberapa referensi yang dimaksud, nendang dan tajam!
Comment by peyek — December 25, 2007 @ 5:16 pm
ada apa dengan pitik?
Comment by Pacul — December 25, 2007 @ 5:31 pm
ini siapa, mas? wajahnya familiar…
Comment by venus — December 25, 2007 @ 7:28 pm
aku ora melu melu ah..
Comment by sangar — December 25, 2007 @ 11:46 pm
manis tuh yg difoto…
Comment by icha — December 26, 2007 @ 1:03 am
ehemm..sirkuittt…ehh..sit suit..
!!
Comment by escoret — December 26, 2007 @ 7:00 am
ehhhhemmmm
Comment by nurussadad — December 26, 2007 @ 10:24 am
Aku kok malah belum pernah ketemu Mila ini ya?
Comment by mr.bambang — December 26, 2007 @ 12:55 pm
huee,,sayah selalu pingin nulis puisi tapi inspirasi itu ga pernah dateng,,,kekna kebanyakan blogger yang saya kenal pada jago2 puisi semua neeh..
Comment by ika — December 26, 2007 @ 2:23 pm
Hum… Millati Syifa…
Comment by Ihwan — December 26, 2007 @ 9:37 pm
wow..terimakasih,maskw, juga buat yang komen². senang kenal dengan keluarga bhi. sampaijumpa lagi ya..
Comment by buluangsa — December 27, 2007 @ 10:19 am
ah, sayapun penggemar sajak-sajak Buluw (panggilan sayang saya untuk Milla
)
Comment by Inez — December 27, 2007 @ 10:44 am
saya juga penikmat puisinya…
Comment by pitik — December 27, 2007 @ 10:56 am
ah milla buluw.. awak ini apalah
Comment by pakcik Ahmad — December 27, 2007 @ 10:58 am
Ehm… Millati Syifa? Siapa ya?
Comment by TS Pinang — December 28, 2007 @ 3:24 pm
lhaaaa begini yang mestinya dibawa ke bunderan. Jangan kayak Pitek kui….senengane kok nggowo bencong. wakakakakak …...
Comment by Mbilung — January 1, 2008 @ 4:48 pm
Tek – Pitek !
mbok (yahoo) aku dikenalke …
Comment by bahtiar — January 23, 2008 @ 6:27 pm