menarik membaca keluhan pemilik kafe di kemang yang mengisahkan ulah para tim cocacola anget. tim ini ternyata benar-benar ada. sampai sampai dia mengubah konsep kafenya menjadi wine lounge.

beruntung (atau celaka nih) saya tak senekad mereka. karena dompet selalu kempis saya memilih nongkrong berlama-lama di angkringan pinggir jalan saja.

entah apakah gerombolan saya bersama-sama teman itu menyulut pengelolanya (yani dan bowo) menyebut kami tim wedang secang dingin atau ngga.

mudah-mudahan engga. karena warung angkringan yang berada di sisi kiri jalan fatmawati ini tempatnya lesehan dan sangat luas. kamis itu kami biasa berangkat jam sepuluh malam dan kadang sampai pagi menjelang.

nyaris 2 sampai 3 jam. ngobrol yang tak penting, remeh temeh dan jelas tak ada apa-apanya selain ketawa sampai mulut kecapekan. selain juga menyantap rondo royal, owol, wayang, bermacam sate berlemak tinggi, cakar ayam dan tentu saja sego kucing.

dibandingkan dengan angkringan di jalan sabang, jalan cileduk raya (proliman) dan jalan arteri pondok indah, angkringan yang kru nya berseragam kaos hitam celana komprang bersepatu dan mayoritas berambut panjang ini sungguh lebih nyaman. konon mereka itu anak-anak band. 

lokasi tepatnya : Jl. Fatmawati, jakarta selatan. 300 meter setelah ITC Fatmawati, ke arah Lebak Bulus

minuman favorit saya wedang secang yang diberi susu putih. secang adalah sejenis kulit kayu yang terasa lebih rendah panasnya dibanding jahe. tersedia juga es jerman dan minuman khas angkringan lain: kopi, susu, jahe.

makin malam, jalanan melengang namun makin banyak kesibukan di angkringan ini. di belantara kafe jakarta, angringan menyediakan sesnsai yang ta terkalahkan. dan kami pun membayar, tak sampai 50 ribu berlima.

ingin menghubungi mereka  via email saja hik_fatmawati@yahoo.com

gambar diambil dari http://furrymuck.q2u.net/angkringantutup.jpg