musim libuan panjang seperti sekarang, tiket ludes terbeli. jangan percaya, itu hanya mitos. seramai lebaran pun tiket selalu masih ada pada hari h. tentu ini khusus para pejalan yang nekat, punya nyali besi.

karena setiap pengelola armada (bus dan sepur) selalu menyediakan satu gerbong untuk mengantisipasi. kalau pun tidak, masih ada cara. khususnya untuk pemakai kereta.

datanglah ke gerbong dapur. tanyakan masih ada kursi untuk crew ga. bapak-bapak paroh baya berseragam itu akan mempersilakan, manis. jatah kursinya rela di tukar seharga tiket.

saya senang, bisa duduk nyaman sampai tujuan. bapak itu lebih girang. saya dengar langsung dari teman senasib, ia hanya membayar setengahnya. pantas saja, saya dikasih teh manis panas, plus nasi goreng gratis.

itu terjadi beberapa tahun lalu. dan belum mencoba lagi.

alternatif lain, tanyalah sekali lagi pada tukang tiket atau crew kereta. mereka mendapatkan "jatah" untuk keluarga atau dirinya. namun jumlahnya entah berapa. dengan manambah harga sekitar 5 persen dari tarif. mbaknya akan pura-pura mengecek sekali lagi.

kadang-kadang malah ada yang membatalkan juga. ada baiknya sekalisekali cek di iklan baris di internet. andai kita wartawan, juga bisa lebih diutamakan. cuman aku tidak tahu apakah blogger itu termasuk wartawan atau bukan. karena tak punya institusi dan kartu pengenal.

belum dapat tiket juga? calo? mungkin pilihan terburuk.  atau aada alterlatif lain? :)