di perjalanan menuju rumah sakit untuk mengucapkan selamat kepada teman sebagai bapak baru. berenam di dalam mobil. riuh.
"kemarin pulang cepat, aku di telp dari sekolahan, anakku sakit, badannya panas, muntah-muntah. kasian dia. "
"kalau panasnya turun, itu harus lebih diwaspadai lo. bisa jadi nanti panas lagi, itu lebih parah. bisa pingsan, jawab yang lain."
"iya waktu itu aku juga pernah ngalami. perutnya kembung, sampai buncit. terus aku olesin minyak kayu putih. tak berapa lama dia pengen ke toilet. dan sembuh. lega rasanya.
tak mau kalah bercerita, ayah di sampingku juga bersemangat, anaknya begitu girang saat mandi bola di sebuah taman anak.
salah satu dari mereka, memasang foto anaknya yang tersenyum berpigura di meja kerjanya. dua buah. yang lain memasang di avatar. bahkan di wallpapers.
rupanya tak harus menjadi bapak untuk merasakan betapa bapakku dulu juga sangat menyayangiku. meskipun pada kesehariannya sikapnya dingin. seolah tak acuh. diam-diam beliau memperhatikan. mungkin ini yang menyebabkanku aku agak-agak sungkan berbicara dan bersikap bebas. begitu juga dia.
aku hanya diam saja. aku tak punya database secuil pun. hasilnya kosong saat aku mencobba meretrieve memory otakku. mungkin karena mereka, anak-anak bayi itu menurutku tak menarik. berisik suara tangisannya, bau ompol yang telat mengganti pempresnya. atau hidungnya yang tertutup cairan ketika pilek.
siang itu aku seperti menumpang sebuah taksi pada tengah malam, setelah siangnya membaca koran tentang perampokan.



belum merasakan punya anak sendiri sih! jadi ngomongnya gitu….
makanya ga usahlah ngomong ga suka punya bayi karena bau ompol, berisik dsb. justru disitu asyiknya….
kok aku jadi esmosi gini sih
sorry Mas….ojo nesu yo,ini menurut hati naluri seorang ibu yang mempunyai seorang batita.
Comment by evi — December 17, 2007 @ 3:19 pm
bntr lg tanggal 22 Desember, pasti nulis ibu
nebak
Comment by Luthfi — December 17, 2007 @ 4:44 pm
bayi memang bau…mending cewek cantik, bau nya wangi…
Comment by pitik — December 17, 2007 @ 4:54 pm
hemmm… segitunya yak… sy sih sama senyuman anak kecil, meski itu kponakan, maka segala capek bisa luruh tu mas…apalagi anak sendiri kali yakk… hehehe…
Comment by susan — December 17, 2007 @ 5:21 pm
nulis apa lu….
Comment by apa lu — December 17, 2007 @ 5:58 pm
Duh jadi kangen sama… ayah
Comment by ronggur — December 17, 2007 @ 5:59 pm
hehehe aku yho gak gitu seneng kr arek cilik. mbuh karena adikku banyak kali yha, jadi kayake wes bosen ama anak kecil. tapi gak tau nanti kl dah punya anak sendiri. semoga aja nggak bosen,amin
Comment by pinkina — December 17, 2007 @ 6:39 pm
jadi ingat lagunya Sheila on 7 yang `kisah klasik untuk masa depan` [opo hubungane yo??] hehe, pokoke menurutku ono hubungane
Comment by nothing — December 17, 2007 @ 6:41 pm
halo mas, salam kenal yah… mau ngajak tukeran link nih, mau kan?
Comment by deeva & bugsy — December 17, 2007 @ 11:07 pm