di deretan rak, jajaran rapi buku-buku berkelompok berdasar tema. pada kelompok sastra terpampamg novel lama yang mendapatkan banyak pujian dari kritikus sastra: cala ibi.
mengenai novel ini. seorang goenawan mohamad mengakui, cara pengungkapan dan isi memaksa dia meralat pendapat yang pernah diucapkannya tentang sastra indonesia.
eksplorasi bahasa pada novel ini sungguh dahsyat. diperlukan waktu satu generasi untuk sampai pada tahap bisa menulis karakter seperti ini, kata kritikus lain.
puncak pencapaian estetika nukila ini sepadan dengan apa yang telah diusahakannya untuk menjadikan novelnya ini "mendobrak". ia lama melakukan riset sejarah maluku utara. ia bekerja keras mengabaikan hari libur, rela nongkrong di emperan remang-remang di tim mendiskusikan bersama temannya.
sampai di toko buku, semuanya berbanding terbalik. novel ini jeblok di pasaran. pertama kali novel puitis ini diluncurkan pada 2004 lalu. dan yang terpajang sekarang (11/12/07), penjualannya masih belum bisa melewati angka keramat 3000 eksemplar.
dahyatnya buku setebal 273 diobral sangat murah. hanya 13.500 rupiah. ini persis setara dengan sembilan tempe mendoan kaki lima pak jaya di jalan santa.
kata nirwan dewanto, hanya pembaca yang mau memperbaruhi cara bacanya yang bisa menikmati permainan (kata) nukila.
semuanya telah telah diperkirakan nukila amal, penulisnya. beginilah kalimat pertama pada awal novelnya:
"bapakku anggrek bulan, putih dari hutan. ibuku mawar merah di taman, dekat pagar pekarangan. bertemu suatu pagi di pelabuhan. melahirkanku. bayi merah muda kamboja. bunga kuburan."



kenapa dia menyebut dirinya bunga kuburan??(heran)
Comment by mei — December 12, 2007 @ 7:36 am
seakrang kamboja gak di kuburan aja lho
Comment by pinkina — December 12, 2007 @ 8:07 am
wah..telulas ewu???
Comment by pitik — December 12, 2007 @ 8:26 am
aku yo kuatir ra mudheng moco buku iki. tapi nek mung 13 ewu okeh lah. anakku yo seneng puisi (sing jelas bukan nurun aku)
Comment by de — December 12, 2007 @ 8:31 am
oot: mas mas, orgasme tanpa ejakulasi itu cuma sedikit yg bisa melakukannya. salah satunya suamiku
Comment by de — December 12, 2007 @ 8:33 am
Lalu bapakmu akan berkata, bintang tak pernah secantik tampakannya, tak sedekat yang kita duga. Ia cuma penghias panas malam para pemimpi. Tapi aku mau terbang. Aku mau menyentuh bintang. Jika ujung jariku melepuh, akan kubelah lima. Dan pulang dengan sepasang tangan berjari lima puluh.
ironi memang.. tapi ini adalah novel terlama yang pernah saya baca.
Comment by dewi — December 12, 2007 @ 9:52 am
pasti bukunya njelimet
Comment by evi — December 12, 2007 @ 10:03 am
hebat ya risetnya. kagum sama penulisnya, sayang kurang laku. mungkin kurang populer, belum ada PR yg bisa mendongkrak penjualannya. Sepertinya patut dipikirkan tuh ada PR novel2 semacam itu.. hehe serius deh
Comment by susan — December 12, 2007 @ 12:48 pm
aduh, iya, ini lupa mulu belum beli juga sampe sekarang. keduluan harry potter
buka inibukudotcom
tenkyu diingetin, mas
Comment by venus — December 12, 2007 @ 6:37 pm
hola mas…piye kabare
jadi penasaran pengen baca..:D thanks
Comment by blanthik_ayu — December 12, 2007 @ 10:54 pm
sekarang ini jaman instan, buku yang terlalu menguras isi otak pembaca hanya untuk menafsirkan kata-kata puitis pengarangnya justru bakal jeblok di pasaran.
Buku fiktif yang laris sekarang ini justru yang kaya fakta dan tak terlalu mengumbar kata-kata atau kalimat positif.
CMIIW
Comment by Hedi — December 13, 2007 @ 12:33 am
aku liat di inibukudotcom harganya 38250 rupiah kiii…
Comment by venus — December 13, 2007 @ 7:43 am
Dadi penasaran ki…tuku dimana Dab?
Comment by Ndoro Seten — December 13, 2007 @ 8:00 am
seperti juga pilem, yg kacangan kayak pretty woman atau ghost yg laris banget. mungkin karena gampang dan menghibur
Comment by dian — December 13, 2007 @ 9:57 am
kesulitan memahami nilai suatu buku mungkin…
Luwih murah tinimbang diktat bahasa indonesiaq.
Comment by nurussadad — December 13, 2007 @ 10:52 am
berangkat sekarang ke gramedia..mencari..kok aq ga tau ya? mungkin karena otak ini lagi belum kepengen mbaca berat2..
Comment by stey — December 13, 2007 @ 12:00 pm