sering kita mendengar, seperti yang dialami mikow: gagal menarik uang dari mesin atm namun saldonya berkurang. keyakinannya pada kecanggihan dan kemudahan teknologi mungkin diam-diam berkurang.
tentang "kecelakaan" itu, aku pernah mengalaminya. namun berbeda pada efek hasil akhirnya. di sebuah warung, aku membayar barang dengan kartu plastik. semua berjalan normal, tak ada yang istimewa. kecuali aku bokek namun tetap ingin memakai t shirt warna putih kumal itu.
sampai ku terima billing statement, ajaib. dua item barang itu tak tercetak di lembar tagihan. tidak cukup besar memang jumlahnya. namun ke siapa orang yang kurang beruntung mendapat tagihan itu?
mungkinkah mbaknya menggesekkan kartu ke celah yang salah sehingga nomor yang terekam tak masuk ke vendor yang semestinya. sebegitu teledornya dia? entahlah. aku diam saja, tak mempertanyakan. baik ke merchant atau banknya.
atau mungkin sebab lain. hardware komputer yang berkualitas rendah, kabel data yang digigit tikus sampai setengah putus sehingga data gagal masuk ke server atau koneksi internet yang lamban sehingga data pelan-pelan menguap ke udara.
apa yang aku dan mikow alami mungkin hanya sebagian kecil "bug" di zaman teknlogi ini. sampai sekarangmasih banyak orang yang enggan berbelanja online. mereka masih takut, nomor kartu plastiknya di sadap para carder.
memang teknologi tak bisa dipercaya kata temanku. namun tak harus seekstrim itu. ini hanyalah soal waktu, sebentar lagi dia akan terbiasa, dengan makin sempurnanya infrastruktur dan system.
pastinya dia belum pernah mengalami apa yang menimpaku, membawa pulang dua lembar kaos oblong, gratis.


