
kupencet nomor teleponnya dan aku tanyakan kabarnya, bulan lalu. dan akhir tahun ini, banyak hari libur. namun aku mengagendakan untuk pulang ke rumah pada deretan alternatif terakhir. sampai kubaca enrique’s journey.
novel tulisan sonia nazario ini menarasikan perjalanan remaja 16 tahun dari honduras ke amerika untuk menemui ibunya yang meninggalkannya sejak berumur 6 tahun.
lourdes, yang telah bercerai tak kuat menanggung biaya kehidupan diri dan dua anaknya. meskipun ia telah memburuh sebagai pencuci pakaian di sungai yang berlumpur.
dengan keputusasaan yang mendalam, ia menitipkan dua anaknya. dibantu oleh agen, ia menyelundupkan diri ke amerika. dia masuk pada malam hari melalui saluran pembuangan yang dipenuhi tikus dan menuju los angeles.
tahun terus berganti, dan lourdes selalu menunda pulang kampungnya di tegucigalpa, honduras. ini membuat enrique ragu, ibunya tak benar-benar mencintainya. berbekal nomor telepon ibunya yang ia tuliskan di ikat pinggang sebelah dalam ia melakukan perjalanan sebagai penumpang gelap kereta barang.
enrique bersama 48 000 anak tiap tahun berusaha melewati perbatasan untuk menemui ibunya. tak ada bekal sama sekali, selain kecerdikan. berlompatan di atas atap kereta barang, menghindari polisi. andai tertangkap, mereka akan di deportasi.
tak sedikit yang perempuan di perkosa pencoleng dan perampas. dan yang lainnya terbunuh karena kesalahannya kurang menunduk beberapa inchi untuk menghindari roda-roda baja yang sedang berputar. mereka menyebutnya el tren de la muarte kereta api maut.
sampai di las vegas, masalah belum berakhir. enrique terus mencari informasi tempat tinggal ibunya yang berpindah-pindah pekerjaan. petualangan yang mengerikan dan mengharukan!
sonia penulisnya yang seorang jurnalis itu sebelum menulis kisah enrique telah melakukan riset. selama nyaris enam bulan ia melakukan napak tilas perjalanan enrique yang melintasi 13 dari 31 negara bagian meksiko. novel yang diterbitkan bentang ini memenangi hadiah pulitzer 2003.
dari speaker meja sebelah, terdengar desau suara maywood menyanyikan mother how are you today. besok pagi-pagi aku akan segera berburu tiket, memastikan untuk bisa menemui simbok.



wow ini buku bagus…
Comment by Hedi — December 9, 2007 @ 1:43 pm
ayo mas buru2 cari tiket, utk beberapa tujuan udah byk yg abis
Comment by mikow — December 9, 2007 @ 2:45 pm
hmm… ndang muliho. bertemu simbok memang suatu kebahagian yang tak terukur dengan uang. selamat menempuh perjalanan….
Comment by bangsar — December 9, 2007 @ 3:28 pm
memang kadang anak selalu kurang ajar lupa pada orang tuanya, terutama ibu yg selalu paling perhatian dibanding bapak.
(
makanya ada pepatah kasih ibu sepanjang jalan(lanjutane opo?aq g inget)....
kita mungkin ga kangen, tp ibu selalu kangen ama kita
whuaaa..liburku kapan??pengen balik tp kok ya jauh banget
Comment by ekowanz — December 9, 2007 @ 5:03 pm
senengnya masih ada simbok yg dikangeni
Comment by kenny — December 9, 2007 @ 5:09 pm
time to go home….
Comment by Tresno — December 9, 2007 @ 7:15 pm
mmmmhhh..bunda tercintaku udah gak ada…huuuaaaaaaaaaa…hiks hiks
Comment by icha — December 10, 2007 @ 3:09 am
jadi taun baruannya di kampung? ada kembang api ngga di sana?
Comment by de — December 10, 2007 @ 6:06 am
koyoke bukune apik, aku ngerti nang gramed, tp grg tak tuku…
Comment by pinkina — December 10, 2007 @ 8:03 am
:(( jadi kangen simbok di kampung…
Comment by Bening — December 10, 2007 @ 8:49 am
hiks inget ibu semalem nelpon..
pengen makan malem bersama..
kangen rindu ibu..
wah min koe wes beli buku nya yha..
hihi..ya udah gpp cm nanya..
siul siul
Comment by omith — December 10, 2007 @ 9:46 am
enaknya masih punya ibu….
lah aku…?
kalo masih ada pasti udh nanya, libur panjang pulang ya Wuk…? ntar ibu bikinin ini,itu, pokoknya macam-macam. duh, kalo ingat masa-masa itu….
Comment by evi — December 10, 2007 @ 9:57 am
Salam kanggo sing nang omah….
Hati2 nang dalan…
Comment by nurussadad — December 10, 2007 @ 10:29 am
mas, lek bar moco aku mbeset. nyilih
Comment by mei — December 10, 2007 @ 12:54 pm
aku gak iso moco postinganmu ‘fantasi sex’ d banned =(
Comment by mei — December 10, 2007 @ 12:55 pm
kok bisa pas ya, habis baca novel tentang ibu, terus ada yg mutar lagu tentang ibu. memang sudah saatnya ketemu ibu kali yak?
Comment by mpokb — December 10, 2007 @ 2:06 pm
di timur indonesia, tepatnya di teluk Wormon, ada juga ibu penyu yg luar biasa. untuk melindungi telurnya, si ibu membuat kamuflase sampai 1 jam-an. Satu jam itu tak mudah untuk ibu penyu yg beratnya sekitar 600 kilogram itu. belum lagi suaranya saat mengambil nafas, belum lagi air matanya yg mengalir utk menetralisir kadar garam di dalam tubuhnya saat di daratan. duh.. saat menyaksikan keajaiban dunia itu, tiba2 sj saya juga kangennnnnnn banget sama ibu..
bukunya bgus mas.. mlm ini sy mo mampir ah di gramedia beli buku itu. thx ya infonya..
Comment by susan — December 11, 2007 @ 2:55 pm