pagi ini aku menatap peterpan melagukan "tentang kita". di atas panggung, ariel hanya mematung sambil memegangi mix. bacgroundnya layar raksasa yang menyuguhkan kilasan foto rita zahara yang merintih, big dicky yang tersenyum dan asmuni dalam warna sephia.
"waktu terasa semakin berlalu", kata peterpan. dan beberapa temanku telah tinggal cerita saja. teman masa bocah yang tersungkur melawan bakteri tuberkolosis. teman masa abege yang pergi dengan cara tragis, terlindas truk dan teman masa liar yang jantungnya pecah karena terbakar alkohol.
yang lain telah menikah. tubuhnya bulat dan rambutnya makin jarang. baru ketemuan lagi setelah berpisah 5 tahun. mirip pemain ektravaganza.
koran hari ini memuat selembar foto besar ahmad albar menghindari kamera wartawan. nyaris di ujung usia, konon ia masih bergelut dengan narkoba.
dan kemarin keponakanku nangis minta cepat di sunat. tak sabar ingin cepat melihat gambar bokep? dia ingin libur, tak mau sekolah. meskipun dijawab ayahnya, nanti kalau sudah liburan semesteran.
baru selesai ngambeknya ketika ia mengajak ke mal. minta mobil-mobilan yang pakai remot kontrol. meskipun ia tahu benar, uang itu jerih payah emaknya yang menjajakan buah keliling di punggungnya.
langkah perempuan 40 tahun itu lepas menembus gerimis. entah apakah ia sanggup menantang air yang menenggelamkan jembatan. hujan yang salah tempat? kabar terakhir dari kampung, sawah emaknya masih kerontang dan pecah-pecah.
hari ini aku harus berangkat lebih pagi agar tak terjebak macet lebih dari dua jam. karena pak sopir yang memilih jalan memutar dan celakanya lebih macet. jakarta yang sudah penuh, kenapa tingkat penjualan mobil terus meninggi? aku ingin sekalian nelat, mampir ngopi dulu.
hpku berdering, teman blogger menanyakan warna apa yang cocok untuk mengecat kukunya hari itu. tawanya tumpah. dia bilang baru saja potong rambut, sinking sunset. aku menjawab warna zebra saja.
lagu peterpan berakhir, namun cerita tentang kita masih akan terus berlanjut.


