sebuah buku yang nyaris kelar, telah 70 persen terbaca tergeletak. namun aku lebih memilih mempersiapkan postingan yang akan kutulis sangat hebat melebihi sebelumnya. oh golekan dvd bajakan "nanking" cukup menggoda untuk diintip.
baru lima menit diputar, eh tiba-tiba saja, ting, satu email masuk. rupanya ada pekerjaan yang tak harus selesai hari ini. kalau masih bisa besok kenapa detik ini juga? aku pelototi saja dan aku merasa menjadi pemenang. aku lebih suka menyegerakan browsing ke blog-blog yang belum pernah aku singgahi.
dan sampailah teman pabrik menawarkan parfum original yang harganya miring. menurut teman yang lain, meskipun wanginya enak tapi tak menyehatkan (kantong). tak apa. mencoba mengendus-endus aroma apple, pear, bluberry beberapa detik mungkin memberikan sensasi lain.
kantor berubah menjadi pasar tiban.
ingatanku menuju ke seorang teman yang memberiku sebotol parfum dari paris. aku melupakannya, ingat lagi baru sekarang ini. aku cari informasi dengan menelepon, tak ada yang tahu. sampai jam makan siang. menuju ke warteg, aku mampir dulu ke bank, sebelum debt collector membawa golok mencari-cari namaku.
kenyang. sampai di meja, seamplop kondom sutra berada di atas meja. dari anak marketing, kliennya pasang iklan selama sebulan. aku mendapatkanya cukup banyak. tentu saja aku bagi ke siapa saja yang mau. berisik obrolan seputar aktivitas seksual.
sambil dengerin lagu-lagu peterpan, mozart, michael bubble, gendhing rujak jeruk dan degung, hausku tak tertahankan. aku mendownload music instrumentalia untuk relaksasi atau yoga. aku menunggu. sabar.
karena kupingku yang dibekap headpun, teman sebelah nyamperin. ngasih tau ada bazar di gedung sebelah. kemeja arrow seharga 40 ribu. kalau mau ke sana, dia mengajak bareng.
oh aku lupa yahoo mesangerku belum aku nyalakan. begitu login, brulll banyak pesan yang aku terima. semua menanyakan online ga. aku tak mau mengecewakan mereka tentu saja. aku harus menjawabnya. ada yang sudah off, banyak yang menunggu-nunggu balasanku (ternyata).
ngobrol terus via ym, telinga mendengarkan musik, mulut mengecap-ecap kopiko dan sesekali mata membaca blog-blog dan tangan menuliskan komen ternyata mempercepat laju matahari.
sampai sore ini, hari ini terasa sibuk sekali. sampai jam kantor habis, aku lebih memilih memesan indomie rebus saja ke pantry. sampai aku memanggul tas punggungku, tersadar gajian masih sebulan lagi.


