zen rs: rayakan hidup dengan cara hebat
tiga hari di tiga kota. senin di bandung, selasa jakarta dan rabu di nusa dua bali. ia mengikuti naluri berjalannya yang instingtif. di bali ia sekaligus mengadakan pameran seabad pers kebangsaan.
tahun depan, ia akan tepat berumur 27 tahun. dan dia akan merayakannya dengan cara yang hebat: melakukan perjalanan ke negeri atap dunia, tibet. sendirian saja. menurutnya, perjalanannya adalah sebuah pencarian. "dengan berjalan saya melihat peradaban, "katanya.
sebagian pulau sumatera dan sulawesi telah disusurinya. dan bulan lalu ia baru saja mengakhiri perjalanannya melewati yang kalimantan selatan, tengah lalu sebagian kalimantan timur. sosoknya tampak "dingin. namun ketika diajak bicara, nyaris tak ada jeda. makanya aku silakan saja dia bermonolog.
"saya kecanduan melihat hal-hal baru di perjalanan. orang-orangnya, kebiasaannya, jalan-jalannya, dongeng-dongeng nya, folklorenya, mitosnya dan bangunan-bangunan tuanya. peradaban dan kebudayaan negeri di bawah pelangi kalau kata mochtar lubis".
"pernah dengar soal negeri bawah pelangi? baiklah aku akan menceritakan sedikit. "
"di jaman es dulu, ketika es di kutub banyak yang mencair orang-orang melihat ada negeri jauh yang setiap hari penuh pelangi. pastilah itu kawasan tropis dan dilimpahi sinar matahari. itulah nusantara. memang ini mitologi, namun itu genesis yang indah tentang nusantara. dan itulah yang saya lihat. "
"sewaktu kelayaban di rute antara martapura, barito utara, pulang pisau, kuala kapuas dan palangkaraya, saya mendengar banyak sekali cerita dan kesaksian tentang perang etnis madura-dayak. bagaimana mitos tentang panglima burung dan pertarungan one on one berakhir dengan pertumpahan darah. mengerikan sekali."
"saya mendengar langsung dari mulut pelakunya. dan dia menceritakan di sebuah lapangan tempat pembantaian dua etnis itu terjadi. selain itu saya juga selalu mendatangi perpustakaan daerah dan toko buku2 di kota-kota itu. saya menemukan hal unik dan menarik di sana. buku-buku yang aneh. di palangkaraya, saya menemukan toko buku yang didirikan dengan cara yang aneh."
"awalnya, tukang buku itu membawa buku-bukunya mirip pedagang sayur yang memakai gerobak. sampai kota ini berkembang sekarang ini toko buku itu masih ada. namun sudah reyot. usianya 25 tahun. pengelolalnya tak berubah, sepasang kakek nenek. karena tak ada anak cucunya yang mau melanjutkan usahanya".
"kakek nenek itulah penjaga kesadaran palangkaraya. dari beberapa orang yang saya temui, dosen, direktur borneo tv, pemred kalteng pos ternyata mereka mengakui dulu semasa kuliah membeli buku-buku di toko itu. dan mereka kaget waktu saya kasih tahu toko itu masih ada."
"kelak, andai aku bikin film dokumenter tentang toko itu, pasti aku akan menjuduli filmnya: 25 tahun kesunyian si penjaga kesadaran. "
"melihat orang-orang seperti itu, aku menyadari banyak hal penting tapi sederhana. betapa hidup mereka itu begitu tahan dan kuat dengan segenap kekuatan yang mereka punyai. menjaga kesadaran dengan dongeng, folklore, artefak budaya, gedung-gedung tua. sementara kita merasa tak bisa hidup tanpa komputer, benwith dan semuanya itu."
"aku merasa, perjalanan-perjalanan dan bertemu langsung dengan orang-orang itu membuatku merasa otentik. bukan saya yang pemilik blog pejalanjauh, yang maya. yang hanya kenal dengan orang secara artifisial. yang emosinya dibentuk lewat emoticon".
"folklore orang jamanz internet ini sudah berubah menjadi copy paste, traffic, pageview, komentar pertamax. memang, blogwalking itu adalah hasrat menyalurkan naluri berjalan juga. orang butuh keluar dari sekat dan demarkasi. komentar yg dituliskan ke blog lain itu adalah ritusnya. ada yang komen cuma pertamax doang, itu seperti orang yang ikut upacara cuma untuk lihat ramainya aja."
"biasanya, seorang pejalan (maya) sejati, itu membacanya, mengikut upacaranya, mencatatnya. seperti marcopolo dan batutah abad lalu.
"aku tak mau teknologi menundukkan saya. makanya aku berjalan. aku melihat teknologi hanya sebagai tunggangan saja. seperti kuda bagi ken arok atau kebo anabrang zaman dulu."
entah sampai kapan ia akan terus melakukan perjalanan. meskipun ia mengaku masih ada beban yang tertinggal, terutama ibunya.
"saya masih gak tahan kalo mendengar ibu sedang khawatir. jadi gak tega kalo ngasih tahu aku mau jalan ke mana. karena ibu pasti semalaman tak bisa tidur. padahal aku ini anak yang jarang sekali di rumah. mungkin orang-orang yang pejalan dan senang kelayaban itu sebenarnya anak mami yang sebenarnya.
"ingatan akan ibu bagi seorang pejalan itu lebih intens ketimbang ingatan tentang ibu di mata anak yang rumahan. ibu itu dipanggul kemana-mana. dalam ingatan, dalam batin."
"aku jarang telpon juga sms. kadang ibu yg sms atau telpon. kalo kangen ya dihayati saja. dipompa biar jadi energi. kalau kangan terus telpon kan jadi lumer kangennya. kalau kangen dihayati kan malah mengendap. bercampur dengan darah dan otot dan keringat menjadi semangat."
perjalanan hidup masa bocahnya tak kalah mencengangkan. tak punya ijazah tk, karena drop out. sejarahwan itu lebih suka bermain di kali dari pada belajar menyanyi. masa smp dan smu selalu berpindah mengikuti tugas orang tuanya yang pendidik. kebiasaan drop out itu diteruskan saat kuliah di ikip jogja, UII dan UNY.
percakapan ini tertunda satu kali karena kesibukannya yang sebanyak ide yang melintas-lintas di kepalanya. selain sebagai editor, ia juga menulis cerpen, novel dan buku. namun kali ini ia akan nonton pertandingan sepakbola antara persib melawan ps sriwijaya. sebagai orang yang mampir lahir di majalengka, ia tetap menjagikan persib. "saya bobotoh je".
zen sempat menjadi atlet bola profesional. masa kejayaanya ketika agustusan banyak instansi dan kampung yang mencari pemain bayaran. pernah juga selama dua tahun ikut kompetisi PSS (sleman).
mengaku tak punya rencana pasti. sehabis dari tibet, kemungkinan yang akan dilakukannya adalah menulis novel atau travel writing seperti hemingway atau naipaul. "pilihan saya terbatas. macul rak kuat, bakulan ra mbakat, jadi pns rak duwe ijazah. opo meneh?"



pertamaxxxxxxxxx hehehee
Comment by pinkina — November 29, 2007 @ 5:43 pm
:) da great zen
Comment by yudhi — November 29, 2007 @ 6:58 pm
trus kapan novelmu jadi?
Comment by Hedi — November 29, 2007 @ 7:07 pm
cocok karo aku arep meng sawah wedhi panas, arep melu melu dagang ora bisa etungane, kepengin dadi pegawe wong anu ora sekolah akhire ya mbabu nang hongkong twink
Comment by cewekndeso — November 29, 2007 @ 11:54 pm
Pasti akan menjadi sebuah cerita yang hebat mengenai perjalanannya ke Tibet itu…benar2 seseorang yang pantas dikagumi, tidak pernah saya terpikir merayakan ulangtahun pake cara itu…lha kowe piye mas Karmin?? road to Solo wae…kan cedhak omahmu…nek kangen wong omah tinggal ngebis ngidul sithik..hehehe….....
Comment by Tukang Nggunem — November 30, 2007 @ 12:09 am
aduh…tulisanmu panjang banget
Comment by evi — November 30, 2007 @ 7:54 am
gantenge reeeeekkkk (sampek gak sempet moco)
Comment by de — November 30, 2007 @ 9:33 am
lam kenal juga…..aku gk ikut lingkar pena. gk bisa nulis juga gk banyak ide tuk berimaginasi
Comment by cewekndeso — November 30, 2007 @ 10:30 am
saya tunggu bukunya….! enaknya jalan-jalan. saya juga pengen , tapi… liat dompet
Comment by iphan — November 30, 2007 @ 11:55 am
weh… buku opo kang? ngarep gratisan ah! hehehe
Comment by nino — November 30, 2007 @ 3:12 pm
woh! orang ini lagi diprofilin. kamu tu cuma bikin egonya berkobar-kobar. kek api disiram bensin. kalo aja aku boleh bikin profilnya waktu dia curhat terkuple-kuple… kamu bakal ngakak!
haha!
Comment by mPit — November 30, 2007 @ 6:52 pm
aku cuman mau bilang, aku mo ke bogor hri ini mas
Comment by aprikot — December 1, 2007 @ 9:39 am
opo meneh? yo kawin lah!
Comment by elly.s — December 1, 2007 @ 11:15 pm
bajindul, kerjo opo kuwi?? kok iso uklam-uklam teyus. huebat
Comment by nothing — December 2, 2007 @ 3:23 am
hihihih, kedisik an elly ki…yo bener rabi tho yo
Comment by kenny — December 2, 2007 @ 3:14 pm
orang ini blognya gak banyak komennya. tapi kok ada tiga lebib blog yg bikinin profil ni orang ya?pdhal bkn seleblog.
Comment by dani — December 2, 2007 @ 6:03 pm
wah jadi ngiri, ultah kemarin aku cuma nyengir di rumah aja
We lah….iya tuh, kerjaannya apa ya kok bisa muter-muter gitcuuuu…coba kita? fiuuh run out money deh, abis jalan ke yogya aja tabungan setahun bisa ludes euy!
Comment by afin — December 3, 2007 @ 1:17 pm
ndelok dee nyapo aku kelingan cerita cowok2 nang novel harlequin yo..haha
Comment by mei — December 3, 2007 @ 3:16 pm
Opo dadi pemulung koyo sing nang Eagle award competition Film Dokumenter? Tapi hebat lho film dokumentere dadi piilihan juri + pemirsa.
Comment by nurussadad — December 3, 2007 @ 6:39 pm
edan saiki targete tibet…
trus kapan jalan2 ng Old Trafford?
Comment by arya — December 3, 2007 @ 8:31 pm
nembe sempat mocone. aku dadi pengin ke tibet juga. negeri kesunyian ketoke.
Comment by tukang wedang — December 4, 2007 @ 9:09 am
aku salut ma kau Zen… ilmu sejarah 24 karat, teriakkan di negeri tibet yaw…...?????
Comment by hendri — January 2, 2008 @ 1:38 pm
Rodo narsis sitik… mbok koe lali karo aku Zen?? aku yang pernah mengenal puisimu di kaliadem saat makrab, aku yang pernah mendengar pengakuanmu saat kau dengan mudahnya masuk istana negara… aku jiga sering buka pemikiranmu walau hanya cukup puaa dengan sampulnya…
Comment by hendri — January 2, 2008 @ 1:46 pm
topine apik ..
Comment by bahtiar — January 23, 2008 @ 6:31 pm
sip. sip. mudah2an kelak saya sempat bertemu dengan mas kita satu ini. ngangsu kawruh.
Comment by mpep — October 28, 2009 @ 12:58 pm
Wakakaka kapan kopdar meneh Zan neng BHI??
Comment by Maslie — February 8, 2010 @ 11:01 am
According to my own analysis, billions of people all over the world receive the business loans at different creditors. Thus, there’s a good possibility to receive a consolidation loan in all countries.
Comment by ConcepcionMiller19 — September 5, 2011 @ 8:19 pm