lama aku sudah melupakannya. untuk lebih mengingatnya, sekaligus berbagai aku akan menuliskan cara melihat sebuah peristiwa sebagai bahan posting.

agar lebih menarik, menurut om rosihan anwar, tulisan itu harus singkat, padat, lancar, jelas, dan lugas.  untuk mewujudkannya, ada beberapa yang bisa dilakukan. menggunakan kalimat pendek dan kata yang bersayap salah duanya.

lalu tambahnya, gunakan bahasa sederhana dan jernih penyampaiannya. hindari kalimat majemuk. pilih kata yang padat dan kuat.  pakai kalimat aktif bukan kalimat pasif. misalnya: tidak menghendaki = menolak)

kata-kata harus ekonomis, hindari kata mubazir: bahwa, adalah, telah, untuk, dari, dan kata-kata penat ( kata-kata yang sering di pakai sampai aus: pasalnya, seperti kita ketahui, layaknya dst )

oh ya agar postingan kita selalu ada kebaruan, beberapa cara melihat suatu peristiwa :

  • paparkan apa yang tampaknya hanya gejala umum, bagaimanapun tidak begitu umum atau sebaliknya.
  • tunjukkan apa yang tampaknya tanpa direncanakan, sebenarnya di rencanakan  atau sebaliknya
  • kasih tahu pembaca, apa yang tampaknya sebagai sebab, sebenarnya adalah akibat ( dan sebaliknya)
  • tunjukkan segala sesuatu tampaknya sungguh berbeda, sebenarnya sungguh sama (atau sebaliknya)
  • tunjukkan gejala yang tampaknya saling berhubungan secara positip sebenarnya saling berhubungan secara negatif atau sebaliknya
  • tunjukkan bahwa gejala yang dikira ada hubungannya, sebenarnya tidak mempunyai hubungan apa-apa atau sebaliknya
  • tunjukkan bahwa paradoks dari kedua gejala yang tampaknya bertentangan itu sesungguhnya berdampingan

tentu saja ini tak berlaku bagi para sastrawan. bagaimana? semoga bermanfaat? :)