kenapa kau tak pernah menulis cerita cinta? sebanyak dua kali pertanyaan langsung via ym itu. "aku tak punya cerita seromantis di pretty woman, setragis rome-juilet atau roman lain, jawabku pendek.

datar saja. karena aku hanya mencintai seseorang, satu saja. jangan pernah tanya alasan apa yang menyebabkan aku begitu suka padanya. tak ada alasan yang menjelaskan dengan mudah.

hanya saja setiap gerak, ekspresi wajah, kata yang diucapkan dan semua kegiatan tiba-tiba begitu menarik. waktu itu saya suka berlama-lama menatapinya. dan sepertinya aku mau melakukan apapun untuknya.

celakanya, dia tak menyukaiku. biasa saja memang. perasaanku padanya tak berubah. melupakan, sangat tak mungkin. semakin ingin melupakan, semakin kuat ia mencengkeram di otakku. aku ingin menetralkan saja.

sehingga aku lebih suka menghindari berbincang atau bertemu denganya. perasaanku tiba-tiba kacau, moodku berantakan. aku limbung dan tak bisa berpikir jernih. dan dalam keadaan seperti itu aku bisa melakukan sesuatu di luar kontrol. meskipun tak sampai pada tindakan yang termasuk sexual harasement.

kenapa tak mencari penggantinya saja? bisa. namun perasaanku tak sama persis dengan yang sebelumnya. aku tak bisa menipu diri tentu saja. hanya mencintai sedikit saja, apalagi hanya untuk melampiaskan seks semata, sangat berbahaya bukan?.

kita sering mendenger sepasang kekasih yang saling berkhianat? bahkan seseorang sanggup berbagi titit/vagina serta mood dengan banyak orang? apakah cinta yang membebaskan seperti itu?

di tempat lain, suami menyakiti isterinya atau sebaliknya. bahkan sampai membunuh dan membuangnya ke kali. pengertian cinta seperti apa yang mereka pahami? begitukah cinta yang (konon) saling memiliki?

dan aku teringat pernyataan teman di sebuah resepsi. lihat si melati, ke resepsi kok mengajak pak dhe nya. temanku menyebut suaminya begitu saking jauhnya perbedaan usia. bisik-bisik bandot tua itu juragan minyak di negeri orang. cinta itu buta?

begitu lenturnya cinta, hingga aku tak berhasil memahaminya. "kamu jangan mempersulit diri, cinta memang susah di definiskan, namun kau bisa merasakan, masih kata temanku. jadi apa itu cinta? aku tak tahu, makanya aku susah menuliskannya. :)