hidup itu ternyata hanya sebuah penantian.
senin ini, inginya cepat-cepat membalik kalender, menunggu tanggal terakhir usai. hari-hari akhir minggu ini aktifitas ini terasa lebih menyesakkan dibanding sebelumnya. mungkin ini masalah ketaksabaranku saja.
untuk segera pulang, aku harus menunggu matahari yang jalannya menyiput. sebelumnya mampir dulu di warung kopi. jam 19:00 salah satu teman akan datang dan berbincang. tentang apa? salah satu topiknya menunggu kabar dari penerbit.
namun sebelum sampai kesana, aku harus menunggu angkutan yang sering ngetem, menunggu penumpang di salah satu halte. dan aku pun harus bersabar, mengisi dengan membaca novel terbaru yang aku beli hari sabtu kemarin.
judulnya enrique’s journey yang mengisahkan pencarian seorang anak menunggu waktu yang tepat untuk menyelinap di gerbong-gerbong yang membawa mereka ke amerika menyusul ibunya. berhari-hari mereka harus menunggu mendapatkan makanan untuk mendiamkan bunyi keriet perutnya.
detik per detik, betapa terasa begitu lama? dan seperti itu lah hari-hari nyaris sebagian orang lakukan. sejak dulu kala sekali.
tengoklah sewaktu kita masih sekolah taman kanak-kanak. tiap hari berlatih, menyanyi, menghitung menunggu bisa untuk bisa masuk ke sekolah dasar. menunggu berumur 10 tahun untuk dikhitan. seterusnya di kampus menunggu skripsi kelar. menunggu memperoleh pekerjaan di tempat bonafid.
dan bersiap memanjangkan deretan saldo untuk membiayai resepsi. malamnya berdebar menunggu malam pertama. tiga bulan pertama, mencari pregnancy test, menunggu kelahiran bayi pertama.
busyet…
memangnya dengan apa menghabiskan sisa waktu selain dengan menunggu?



dengan baca puisi hehehe
Comment by mumu — November 26, 2007 @ 4:17 pm
melihat jam
Comment by mikow — November 26, 2007 @ 4:25 pm
nulis blog
Comment by pitik — November 26, 2007 @ 4:31 pm
kabar dari penerbit?
novelmu toh mas?
aq minta yg sudah ditanda tangan yo…
Comment by elly.s — November 26, 2007 @ 4:49 pm
pekerjaan yang paling menyebalkan itu, menunggu huuuhh….....
Comment by pinkina — November 26, 2007 @ 4:55 pm
halah nunggu..
!

makanya no HP di simpen,....
jadi,biar ga nunggu lama..sambil smsan..
Comment by escoret — November 26, 2007 @ 5:09 pm
minum ice cream plus coklat tobleron..:p
Comment by omith — November 26, 2007 @ 5:18 pm
aku menghabiskan waktu dengan ngobrol empet2an di di dpn pintu kantor. halo mas KW.. hehehe
Comment by arya — November 26, 2007 @ 5:57 pm
cempluk kangen sama masa2 sma.huhuhuhu..tapi waktu akan selalu berputar dan memberikan pengalaman yang berharga di dalam nya..keep fight

Comment by andi bagus — November 26, 2007 @ 8:04 pm
Weh, bukumu opo judule? Tak tunggu loh…
Menunggu dengan menghibur diri sendiri, tanpa pernah tau apa yang ditunggu
Comment by Dony — November 26, 2007 @ 8:16 pm
selain nunggu? apa ya? mikir
Comment by venus — November 26, 2007 @ 9:28 pm
menunggu adalah pekerjaan menjemukan, tapi justru banyak orang suka…absurditas hidup?
Comment by Hedi — November 26, 2007 @ 9:31 pm
merokok ? mempercepat laju umur ,sambil minum kopi.eh ia,lupa kalau mas kw ga suka rokok yah
menghabiskan waktu,..hm saya lebih suka jalan tanpa tujuan mas.seru !
Comment by yudhi — November 26, 2007 @ 10:12 pm
Dengan memiliki seseorang yang dicintai dan juga mencintai kita
, selama apapun menunggu, tidak akan jemu
Comment by Bening — November 27, 2007 @ 8:16 am
terkadang menunggu dlm kondisi terpaksa akan mematahkan hikmah yg ada di balik ‘menunggu’, bingung kan? sy jg bingung.. weks.. :p
Comment by akangaziz — November 27, 2007 @ 9:12 am
ah menunggu bisa juga enjoy asal ihklas aja
Comment by aprikot — November 27, 2007 @ 9:32 am