senin, banyak ekspresi menunjukkan ketakmenarikan. post prei syndrom. dari situasi leyeh-leyeh dan fun, menuju kondisi yang harus menyegerakan pekerjaannya selesai.
seorang atasan menuju ke meja, menohok dengan pertanyaan. "reportnya mana? tatapan matanya menyelidik, dengan intonasi yang menindas. kamu tuh pemalas!
biasa kan, bos besar sewenang-wenang dengan buruhnya?
sangat tidak, jawab garry zukav. penulis the seat of the soul ini menganggap kekuatan untuk mengendalikan itu hanya berdasar pada kekuatan eksternal yang berupa panca indera. hal ini hanya akan menghasilkan kebencian, kekerasan dan keterkoyakan.
"kita harus berevolusi dari hanya berpanca indera (five sensory) menjadi banyak indera (multy sensory), ajak gary. secara bersama-sama keduanya akan membentuk sensory tunggal yang bisa melampaui realitas fisik.
sakti kan, bisa melihat sesuatu pada wilayah yang tak terlihat.
orang yang telah menggunakan banyak inderanya, mempunyai kekuatan yang sanggup mencintai kehidupan dalam segala bentuknya, kekuatan yang tak menghakimi apapun, kekuatan yang menghayati makna hidup.
menurut gary zukav, gandhi adalah salah satu contoh manusia yang telah mengalami evolusi tersebut. gandi melihat sesuatu dalam kehidupan tanpa melibatkan emosi negatif.
sudah sampai tahap mana evolusi (mental) saya? di buku ini, ada penjelasannya.



Menurutmu nek para sufi itu piye Mas? sudahkah mereka berevolusi seperti si Gandhi?
Comment by Tukang Nggunem — November 19, 2007 @ 6:55 pm
ya ya..
senin adalah hari menyebalkan bagi kita para buruh..
bener ndak, kang?
Comment by zam — November 19, 2007 @ 8:42 pm
semua2 kok stress kalo senin ya? cuma saya yg engga :p
Comment by venus — November 19, 2007 @ 11:54 pm
layak baca kayak nih buku
Comment by icha — November 20, 2007 @ 12:52 am
bagaimana caranya memiliki multi indera?
Comment by akangaziz — November 20, 2007 @ 8:43 am
wah buku bagussss…
Comment by pitik — November 20, 2007 @ 8:55 am
klo tiap hari bangun pagi dgn sukacita dan optimis itu trmasuk mencintai hidup nda?
Comment by aprikot — November 20, 2007 @ 8:57 am
aku masih emosian
*ngrogoh dompet, harganya berapa ya
*
Comment by Feri Gunawan — November 20, 2007 @ 9:41 am
senin is a bad day.. hihi
Comment by Anang — November 20, 2007 @ 9:54 am
kok serius2 sih bacaane :-s
Comment by pinkina — November 20, 2007 @ 10:37 am
berat ngga mas? brapa kilo?
Comment by dens kali mba — November 20, 2007 @ 11:26 am
met wiken mas.. (lhoh ??) wkakaka..
Comment by ruyas — November 20, 2007 @ 12:02 pm
semua hari bagi saya enak dan menarik orang kerja saya ngg’ ada liburnya….
Comment by ghatel — November 20, 2007 @ 12:16 pm
sekarang udh ga takut kok ama hari senin
Comment by evi — November 20, 2007 @ 1:07 pm
sama aja tuh hari-harinya…stress terus
, petanda baek kan
Comment by kenny — November 20, 2007 @ 3:28 pm
aku boss gak menindas dan gak sewenang2…tapi juga gak multi indera. Jadi boss apa? gak jelas!
)
Mas diajak ketemuan sekalian ma juragan kambing.
Comment by anting panjang — November 20, 2007 @ 4:43 pm