awal milenium ini, akan terjadi kebangkitan dalam kesadaran yang berlangsung secara perlahan. bukan dalam bentuk agama tapi spiritual. akankah slogannya futurolog jhon naisbitt ‘spirituality yes, organized religion no!’ terbukti?.

kita tengah menuju ke suatu pengetahuan baru tentang kehidupan manusia di planet ini. tentang keberadaan manusia dan ke arah mana akan menuju.

revolusi industri menyebabkan kita terlalu obsesif untuk menaklukkan alam. eksplorasi hebat dilakukan untuk membuat kita lebih nyaman. namun kerusakan hutan, pencemaran udara menyebabkan sistem alamiah planet ini berada di ambang kehancuran.

saatnya mencari alternatif energi baru tanpa merusak alam yang bisa menuntun manusia ke arah kehidupan spritual yang lebih tinggi. cara lengkapnya semua diterangkan dalam manuskrip yang ditemukan di pedalaman hutan peru.

manuskrip yang terdiri 10 wawasan itu, tiap babnya menguraikan bagaimana kita sebaiknya menjalani kehidupan. peraturan, norma, agama yang selama ini telah diyakini dan dipraktekkan dianggap usang.

karena itulah manuskrip yang ditulis 650 sm ini dianggap menentang gereja. perang antara ilmuwan yang ingin menyelamatkan warisan dunia dengan para pihak gereja tak terelakan.

om james redfield penulisnya, menguraikan para petualang spiritual itu sangat mengesankan. namun plot yang maju terus memungkinkan pembacanya cepat menangkap apa yang akan disampaikan tokoh-tokohnya. tapi tak apa, karena novel ini lebih menekankan pada isi.

bahasanya lincah, tak membosankan. membaca novel terbitan gramedia ini, aku mendapatkan kosa kata baru: merungkau, berpiuh-piuh, membuhul-buhul dan mendetas-detas.

novel 430 halaman ini merupakan bagian satu dari trilogi . buku keduanya the tenth insight dan the secret of shambhala: in Search of the eleventh insight

banyak orang merekomen untuk membaca kisah pencarian spiritual yang bertumpu pada keaslian alam ini. namun aku baru sempat membacanya setelah cetakan ketujuhnya ini beredar.

* james redfield, dari http://www.celestinevision.com/