banjir, potensi jakarta yang belum dimaksimalkan sampai detik ini. yuk bikin wisata hujan! ide menarik ini mungkin akan dicap biadab!
bagaiamana tidak?
pada langit hitam yang awanya bergulung-gulung, cercahan halilintar memecah langit dengan gelegarnya dan deras air hujan mengguyur merupakan reality show yang fantastis, original, tak ada tipuan kamera. gratis lagi.
lihatlah, di pasar cipulir jalanan menjadi sungai warna coklat. hanya bus-bus besar yang mampu membelah air setinggi dada orang dewasa itu. motor, bajai dan orang-orang berkerumun diam di pinggirnya.
kini gerobak-gerobak sampahlah yang berjaya. orang-orang tak bisa melanjutkan aktivitasnya tanpa gerobak tersebut. tampak kegelisahan pada wajah-wajah pekerja yang takut kena damprat bosnnya.
yang lebih dahsyat tentu di bantaran sungai. melihat sebagian bangunan gubuk yang sempal terbantai arus. ibu-ibu yang menyelamatkan kompor minyaknya ke lantai dua. atau kakek tua pasrah yang memandangi cucu-cucunya bermain air.
menyeramkan? mungkin. namun bukankah naik tornado berguling-guling di pantai ancol lebih mendebarkan?
dan rumah-rumah warga tampak tinggal pucuk-pucuknya. para pejabat bercuap-cuap meninjau di atas perahu karetnya. sepertinya mengkampanyekan program banjir untuk semua.



Langganan… ee..bukan itu.. kebiasaan.
Comment by ono — November 14, 2007 @ 5:51 pm
udah mulai siaga banjir, mas
Comment by caplang™ — November 14, 2007 @ 6:04 pm
wah…musim banjir sudah tiba
Comment by kenny — November 14, 2007 @ 8:12 pm
banjirlah yg besar…kalo perlu tenggelam…khusus bencana ini ga ada pemisahan org kaya dan miskin, semua kebagian sama.
Comment by Hedi — November 14, 2007 @ 9:00 pm
hukuman abadi dari Tuhan tiap tahun
Comment by Tresno — November 15, 2007 @ 8:12 am
hujan memang menakutkan…dan sudah terbukti!
Comment by gus pitik — November 15, 2007 @ 8:55 am
iyho, arep’e banjir maneh kayake
/*siap2 beres2 barang2 berharga
Comment by pinkina — November 15, 2007 @ 9:47 am
haha..sentilan yang manis mas =)
Comment by mei — November 15, 2007 @ 9:47 am
dulu waktu masih tinggal di kalimantan
ada banjir justru malah seneng, soalnya harga2 sembako jd murah
Comment by Luthfi — November 15, 2007 @ 11:04 am
lebih baik tidak berwisata, dapetnya malah flu, gatal-gatal karena air banjir yang kotor, atau penyakit lainnya..Mendingan mendemmm dirumah..(itupun klo rumahnya tak ikutan terendam air hujan juga )
salam kenal ya..Tulisan2nya bagusss!!
Comment by RMY — November 15, 2007 @ 11:08 am
entar ada juga peserta wisata diajak untuk real juga, mereka disuruh nyemplung ke banjir, mencoba menyelamatkan diri, kemudian setelah banjir selesai, disuruh untuk bantu ngebersihin bekas nbanjir, bagus banget????
Comment by nurussadad — November 15, 2007 @ 11:28 am
sumpah ide yg keren banget. hohoho
Comment by akubencihujan — November 15, 2007 @ 11:36 am
kalo banjir terulang lagi, ya mau gimana…? pasrah aja dah. hiks hiks.. banjir februari kemarin masih menyisakan kemeng di kaki setelah jalan 7 kilo.. :”(
Comment by mpok — November 15, 2007 @ 11:40 am
banjir aja bisa jadi wisata di Jakarta, besok-besok apa lagi yg bisa jadi wisata, wisata macet? wisata ikan pindang di busway? wisata polusi?
Comment by Penuliskita.com — November 15, 2007 @ 12:52 pm
siap2 buncit banjir mas…
Comment by mikow — November 15, 2007 @ 1:35 pm
Yah selamat menikmati wisata basah2nya…kayaknya Jakarta gak bakalan bisa lepas dari banjir, biar gubernurnya ganti Arnold sekalipun yo mesti tetep wae banjir..siapa suruh ke jakarta….???hahaha….Nek Wonogiri banjir lagi nggumun aku mas…
Comment by Tukang Nggunem — November 15, 2007 @ 1:43 pm
masalah tahunan yang entahhh kapan selesainya
Comment by mbakyu — November 15, 2007 @ 5:00 pm
Bencana kok jadi ritual, kota yang aneh. Mending nang Solo lah, ayem tentrem, gak pernah banjir.
Eh kang ati2 nek nang ndalan pas udan deres nganggo angin, akeh uwit n baliho raksasa sing ambruk.
Comment by Dony — November 15, 2007 @ 7:31 pm
wisata hujan? haha..pasti bakal laku deh mas. Tapi kudu hati-hati sama pipisnya tikus yang juga ikut tersebar sama banjir gara-gara hujan lebat itu…
Comment by susan — November 15, 2007 @ 7:59 pm
walah….
emang mereka seneng kok klo kebanjiran….
makanya ga mau usaha supaya banjir ga datang lagi
Comment by moch. iqbal chahyadi — November 16, 2007 @ 9:21 am
kata kompas minggu kemaren, banjir dah ada sejak jaman (termasuk korupsi), jadi ya dah biasa lah (termasuk korupsi)
Comment by iway — November 16, 2007 @ 6:50 pm
I had got a desire to make my own firm, but I did not earn enough amount of money to do that. Thank God my close fellow recommended to utilize the personal loans. Thence I received the collateral loan and realized my desire.
Comment by Minnie21Noel — September 23, 2010 @ 10:05 am