
penulis harus banyak membaca. ungkapan yang sering terdengar. konon salah seorang penulis keren negeri ini membaca buku "teknik memperbaiki sepeda" sebelum memakai kata sekrup untuk menggambarkan peran buruh di sebuah pabrik.
aku ingin menjadi penulis seperti beliaunya. maka aku bacalah buku diluar duniaku yang selama ini tak terjangkau. secara acak mirip undian aku ambil di rak buku terbitan aak (aksi agri kanisius semarang). judulnya beternak babi.
dan benar, aku mendapatkan fakta-fakta. babi ternyata mempunyai puting yang tak sama, ada yang 12 ada yang 14. sehingga ketika induk babi melahirkan 15 bayi, bayi yang tak kebagian puting harus dirawat terpisah, atau dibunuh.
selain itu buku setebal 80 halaman itu juga memaparkan, anak-anak babi yang telah berumur 8 minggu harus melakukan upacara ritual potong gigi. tujuannya agar sewaktu netek induknya gigi itu tak melukai putingnya.
sampai disini aku belum memperoleh apa-apa tentang perbabian. belum ada ide untuk mencipta frasa atau tulisan baru tentangnya. tapi tak apa-apa. data ini tetap kuinsertkan ke database otakku yang baru sedikit terisi.
belum cukup, akan kucari lagi tulisan lain. dan aku menemukan di salah satu blog yang mengupas kenapa babi tak boleh dimakan. ternyata alasan ekonomis lebih mendasarinya daripada alasan spiritual. begitu juga sapi di india.
suatu saat, data-data itu akan kugabungkan untuk kujadikan sebuah tulisan yang dahsyat! dan kuposting di blog ini atau untuk tulisan lainnya. tentu saja ide itu telah tak benar-benar original.
memangnya ide yang original itu yang seperti apa yah?



wah aku juga baru tau kalau babi ternyata punya puting sebanyak itu dan juga bisa melahirkan sampai 15…
membaca memang informasi yang tak terbatas ya (hehe berasa iklan membaca nehh)
Comment by mei — November 13, 2007 @ 3:34 pm
[..]tujuannya agar sewaktu netek induknya gigi itu tak melukai putingnya.[..]
wah..istilahnya itu lho..????
tapi,tdk bisa membayangkan hal itu….Ya,,itu….ehheheh
eh,bos..soal kopi paste…

halah…mana..??mana yang minta di semprot..???
udah tahun mau 2008 kok ada yg kopi paste..
tapi,dak papa ding..kopi paste brti contoh orang yg bodo….
soal ngomong2 bodo..aku punya langganan warung bakso namanya BAKSO PAK BODO…
!
enak ..tenan…jadi..when2 klo ke jogja mampir ya..???
makan bakso bodo..ben ketularan pinter….
Beh…aku meh komentar kok ga bisa stop nulis tho…..
pokoknya aku dukung KW sebagai calon bupati tebet..
Pissss..tempat pipis mana ya..???
aku gak mau jadi bupati, aku mau jadi nabi ko kekekekekkek ]
Comment by escoret — November 13, 2007 @ 3:36 pm
gak mudeng ttg perbabian
Comment by pinkina. — November 13, 2007 @ 3:47 pm
emang lg musim menulis hal ini ja?
oww
]
Comment by aprikot — November 13, 2007 @ 3:53 pm
nah.. kl ini (menulis) memang bener2 sejenis “olahraga tangan” >:)
selain “penulis harus banyak membaca. ungkapan yang sering terdengar” ada jg … “penulis harus banyak mendengar. ungkapan yang sering terbaca”
oh ya… thx infonya
]
Comment by PriyayiSae — November 13, 2007 @ 5:28 pm
lha ini juga bukannya udh menjadi sebuah tulisan original, mas..?
]
Comment by susan — November 13, 2007 @ 5:29 pm
ada ide nulis trus ada ide buat ternak babi jg nggak??
Comment by kenny — November 13, 2007 @ 8:42 pm
dengan membaca kita bisa melihat dunia….
Comment by Anang — November 13, 2007 @ 10:37 pm
emang ga ada yang orisinal, masalahnya tiggal memunguti kata2, lalu merangkainya. rangkaian yang belum pernah dirangkai sebelumnya itu kali yang namanya original.
Comment by dewi — November 14, 2007 @ 11:05 am
yang original? mungkin yang bener2 metik dari udara di ruangan kita aja. jangan dari udara di ruangan orang lain. ya gak sih?
Comment by venus — November 14, 2007 @ 11:12 am
yang original… hm… seperti… tulisan saya? kaburrrr!
salam kenal
Comment by Dimas — November 14, 2007 @ 1:32 pm
UPDATE fanabis SET mind = “babi”;
FLUSH PRIVILEGES;
lagi stress karo jenenge databedhes
Comment by zam — November 14, 2007 @ 7:25 pm
Lha neh sak awak puting thok babi kuwi..coba manusia..nggilani…
Comment by Tukang Nggunem — November 15, 2007 @ 1:47 pm
Wah kethoke serius mo bikin peternakan babi nih, lha jarene kowe meh dadi vegetarian.
Dari postingnya mas Iman Brotoseno beberapa saat lalu, di Papua kalo sampeyan nabrak babi di jalan, maka kerugian yang musti ditanggung itu dihitung dari jumlah putingnya, dikali sekian rupiah.
Lha nek babine lanang piye, jal? Eh babi lanang nduwe puting ra tho? Nek aku nduwe sih
Comment by Dony — November 15, 2007 @ 7:01 pm