aku mencintaimu hanya saat memerlukanmu
dua hari ini aku malas shalat.
entah karena masih minggu pertama, tanggal muda, perkerjaan nyaris tak ada kendala dan mau ngopi pun selalu saja ada teman yang bersedia. menyenangkan bukan?
rupanya hanya ketika aku terbelit-belit kesusahan baru menghadap Tuhan. bermohon-mohon agar di luluskan semua doa yang berisi banyak permintaan. agar cepat mendapatkan jodoh cantik/ganteng atau bisa membeli jet pribadi berikut bodyguardnya.
selama ini aku menganggap Tuhan tak ubahnya centhini. abdi dalem tembang raras pada novel yang ditulis pujangga kasultanan surakarta tahun 1809, selalu manut perintah tuannya.
aku mencintainya hanya ketika aku memerlukanNya. seperti tulisan kang jalal yang mengutip erich fromm, immature love says, i love you because i need u. mature love says, i need u because i love you.
dan aku paham benar dimana posisiku berada. tepat, aku masih ingusan soal "cinta" ini. dan aku masih jauh dari baik. namun aku pikir-pikir selama ini doa-doaku lebih cepat dijawabnya. secepat jasa kurir antar kota yang mengirimkan barang sampai pada hari yang sama.
shalatku masih banyak bolongnya, berbuat baik masih sekedarnya. dan aku juga tak pernah berdoa tengah malam ketika banyak orang lelap dibalik selimutnya. apakah Tuhan begitu mencintaiku? ternyata tidak. itu hanya perasaanku belaka.
pada sebuah kisah, seorang musuh Tuhan berdoa. dan Dia berkata kepada salah satu malaikatNya untuk menyegerakan memenuhi keperluannya. karena Dia benci dengan suara (hati)nya.
dan orang-orang yang selalu berdoa namun belum terwujud, Tuhan pasti berkata kepada malaikat untuk mengabulkannya. namun tidak segera karena Beliau sangat menyukai rintihannya.


