jangan langsung percaya apa yang kau lihat. mata itu menipu. tak percaya, pandanglah rel yang kedua ujungnya menyatu. atau sedotan yang tampak bengkok pada segelas lemon tea yang baru saja di pesan.

hari ini, aku juga tak yakin dengan penglihatanku sendiri. di pamulang, banten, di rumah seorang teman, ia mendapatkan undangan dari tetangganya. beliau, bapaknya akan pergi ke tanah suci tahun ini.

karena bersebelahan rumahnya, dia diminta membantu mempersiapkan walimatush shafar seperti yang tertulis di udangan. ia mempersiapkan tenda, mencari sound system dan lainya. layaknya orang yang akan hajatan sunatan.

acara yang akan berlangsung besoknya itu juga di hadiri ibu-ibu yang mempersiapkan makan siang.

banyak juga tamu yang datang. setelah acara pembukaan, pengajian pembacaan ayat-ayat dilanjutkan ceramah dan doa sambil menikmati camilan makanan ringan.

selesai menikmati prasmanan, kenyang. lalu satu satu tamu berpamitan. bersalaman dengan dua tuan rumah yang berdiri siap. dan dengan diam-diam setiap tamu menyelipkan amplop putih ke dalam telapak tangan.

“ngga enak mas kalau ga ikutan ngasih amplop. di sini sudah biasa begitu", kata salah satu hadirin. aku baru tahu, kayaknya dulu di tempatku tak pakai amplop-amplop itu.

ah barang kali, kali ini mataku memang menipu. :-P