dua lembar lagi kalender bulanan di atas mejaku menjadi sampah. beberapa angkanya telah kutandai dengan simbol-simbol.
yang menjadi perhatianku adalah lingkaran warna merah di akhir bulan tahun ini. tinggal enam puluh hari menuju ke angka itu. dan enam puluh hari itu bisa menjadi waktu yang sangat singkat. bisa juga waktu yang masih panjang.
memang, aku yang berhak memilih dan menentukan.
inginya waktu dua putaran bulan ini adalah waktu yang sangat panjang. jika aku sangkuriang, waktu sebanyak itu cukup untuk membangun enam puluh danau.
dan akan kutambahkan dua perahu yang kutambatkan di pinggirnya. agar bisa menuju ke saung yang berada di tengahnya. di atas airnya yang bening, akan kuajak para blogger kopdaran di sana.
sayang aku bukan sangkuriang itu. dan untuk menyelesaikan satu danau pun aku masih saja terus menunda-nunda. nanti saja, besok saja, kalau sudah santai, tak ada lagi kerjaan.
enam puluh alasan, bisa kusebutkan setiap hari, tak perlu susah-susah ku siapkan. untuk mengada-ada aku mungkin paling ahlinya.
meskipun aku tahu benar, semua alasan itu hanyalah pembenaran akan kemalasanku. tentang ini pun aku juga sudah paham, bahkan sejak masa bocah dulu ketika di suruh ibu belajar mencuci baju.
aku seolah menunggu sesuatu. entah apa itu.


