memanusiakan anjing, tentu tak berperikebinatangan.
tanggal 31 oktober ini, di belahan planet seberang sana sedang terjadi hari raya halloween. malam itu anak-anak berpakaian berkarakter menakutkan. tujuannya untuk mengusir roh-roh jahat.
tak ketinggalan anjing-anjing mereka pun kebagian peran. entah apa nama peran itu, mungkin badut. mereka dimaksudkan untuk menghibur para pemiliknya. anjing-anjing itu di dandani seperti manusia. dicukur bulunya dengan model tertentu atau di beri pakaian.
di jakarta, adat dari irlandia ini, hanya dirayakan oleh sebagian pesohor. dan hanya di lakukan di tempat-tempat tertentu. namun lihatlah, kepada anjingnya ia memperlakukan sangat manusiawi.
seminggu tiga kali anjingnya diajak jalan-jalan. memiliki dokter pribadi yang setiap bulan datang ke rumahnya. dan secara rutin pergi ke salon. di mandiin, creambath dan seterusnya.
bahkan menunya saja lebih bagus dan hiegines. karena anjing-anjing itu mengunyah kerat-kerat daging pilihan. sementara menu sehari-hariku tak lebih dari tempe, kangkung, ikan asin dan jengkol ?
pemilik anjing itu memperlakukan piaraanya seperti dirinya. aku tak yakin, anjing-anjing itu akan merasa nyaman dengan kondisi yang manusiawi itu. pemiliknya menganggap piaraannya lucu. namun sayang, pihak komas ham binatang masih bungkam. seolah mendukung perlakuan tak binatangwi itu.
bahkan di jepang, ada salon yang menyediakan treatment menyarungi kuku kucing-kucing agar tak merusak sofa-sofa yang di ruang tamu mereka yang lembut.
memang sih sampai sampai sekarang belum ada seekor pun anjing yang datang melapor dan menyampaikan keluhannya. minat menjadi wakilnya?



hahaha. sudah saatnya njing menggantikan generasi manusia. hahaha
Comment by tukang wedang — October 31, 2007 @ 12:30 am
kan anjing juga ciptaan Tuhan
ya boleh boleh saja kan menyayangi ciptaanNya
Comment by mata — October 31, 2007 @ 12:49 am
habis dikasih makanan pilihan terus dijadikan sate jamu
Comment by iway — October 31, 2007 @ 1:12 am
jadi ingat kucing-kucing mantan bu bos ku.
lah…melahirkan aja di sesar, trus potong bulunya ke salon.
sing nduwe kalah karo kucinge hehehe….
Comment by evi — October 31, 2007 @ 1:57 am
mas kw ngiri sama anjing ta?
Comment by mikow — October 31, 2007 @ 3:35 am
Ha..Ha…HA…
Gak bisa kasih komen, cuman ha..ha…ha..
Comment by mappe — October 31, 2007 @ 10:18 am
dan ayng menyedihkan, saat mereka sudah tak disayangi..seenaknya sendiri meninggalakn mereka di pinggir rumah dengan rantai setebal rantai kapal. tanpa makan dan minum hanya dari air hujan =(
(untuk anjing hitam penjaga rumah tetangga, nasipmu kasihan nian)
Comment by mei — November 1, 2007 @ 5:00 am
Andaikan saja, sy jadi Dr Doolitle (bener gak ni nulisnya) , pasti bisa menjawab pertanyaan ini. Tapi… hewan-hewan itu sepertinya suka juga sih dimanja begitu.. paling nggak, mereka gak perlu bersaing dengan preman-preman alias anjing atau kucing garong di luaran sana… hehe..jadi ngiri deh sama mereka…
Comment by susan — November 1, 2007 @ 11:26 am
Dadi mending dadi kirik ya, kang? Nek nang Solo malah dadi sate jamu mengko, kaing kaing….
Comment by Dony PD — November 6, 2007 @ 11:06 am