sebegitu dahyatnya ketertarikan pada masa lalu itu? atau ada faktor lain yang sanggup mengalahkan keberisikan dalam perjalanan? berdesakan antri tiket yang mahalnya tiga kali lipat, kemacetan dan kecapekan.
namun itu semua sirna, oleh basuhan gelak tawa canda dan makan bersama keluarga.
aku tak ingin mengulang beberapa tahun lalu, sekali-selalinya tak pulang karena kerja. di pabrik mereka satu persatu pulang lebih cepat kecuali aku. mood, gairah dan semangatku luruh. sampai terdengar kumandang adzan.
aku melangkah keluar, hujan rintik. namun tak sanggup menghentikan kakiku. di halte menunggu angkot, kebetulan sangat lama. aku ingin makan malam di warung yang belum pernah ku kunjungi.
entah tak ada sensasi apa-apa. perasaanku itu tetap beku. menu yang kupesan tersentuh sedikit saja.
pulangnya aku mampir, berbelanja makanan, beberapa keping dvd dan buku sebagai persediaan menghabiskan liburan lebaran. berharap bisa sebagai pengiburan. namun semua itu juga tak sanggup mengisi kekosonganku itu.
hari ini, aku sudah mendapatkan tiket itu. namun temanku bertanya, kamu gak malu pulang sendirian? kenapa? tahun kemarin belum bawa pasangan, tahun ini sendiri lagi?


