masih sering aku membacai blog yang postingannya menyebutkan, tulisan tak bermutu atau tak penting. temanku berkomentar, "jangan pernah meremehkan diri sendiri."
padahal sebenernya kau bisa mengubah dunia! caranya? dengan memahami jiwa kita untuk mewujudkan tujuan yang kita impikan.
novel ini pada intinya menceritakan hal yang sama dengan apa yang pernah ditulis oleh paulo coelho: sang alkemis. ketika kau sudah meyakini tujuanmu, seluruh alam akan mendukungmu.
hanya saja penjabaran deepak chopra lebih detail dan teknis. novel untuk remaja ini berisi tutorial selama empat hari yang diajarkan oleh baba kepada sebocah berusia 15 tahun. (aku bacanya aja pelan-pelan)
ada kekuatan tak terlihat di alam semesta. musim semi, seekor beruang kutub benua arktik mengetahui saat inilah yang tepat untuk keluar setelah hibernasi.
bunga-bunga bermekaran tanpa takut kedinginan, belalang yang bersembunyi di dalam tanah selama tujuh tahun mengetahui saatnya merangkak keluar.
kekuatan tak terlihat yang telah menggalang semua kekuatan itu adalah jiwa. chopra menyamakan istilah jiwa dengan roh, sama dengan Tuhan
alam semesta digalang dalam tiga cara yang tak terlihat: segalanya saling tehubung, segalanya saling menjaga satu sama lain dan segalanya selaras dengan kesatuannya.
jiwa adalah esensi kita,bagian paling murni dari diri kita. semua keindahan dunia hanyalah pantulan jiwa. lalu kenapa masih banyak orang marah, depresi dan stress? karena keterhubungan jiwa telah hilanh. hilang disini berarti “tidak berada di tempat yang benar”.
Untuk mencapai tujuan itu, chopra yang menjadi salah satu dari 100 pahlawan abad ini versi majalah time ini menyebutkan 4 cara terbaik menjalani hidup. jalan hati, jalan akal, jalan keheningan dan jalan tindakan. chopra menjelaskan setiap langkah itu dengan narasi yang menarik dan detail..
sehingga pada kesimpulannya tak ada yang bisa menghentikan lagi untuk mewujudkan mimpi-mimpi. karena semua itu adalah sesuatu yang memang sudah seharusnya. novel ini pernah diterbitkan sebelumnya oleh teraju.
judul: fire in the heart
penulis: deepak chopra
penerbit: hikmah publika
jumlah hal: 294



hahaha..aku sering pake embel2 ‘postingan gak penting, gak fokus, gak jelas’. itu bukan untuk merendahkan diri sendiri, tapi kadang kalo isinya cuma curhatan yg sangat personal, memang bisa aja ‘gak penting’ buat orang lain, kan? tapi tetep, biarpun jarang nulis sesuatu yg ‘penting’, yg berisi topik2 aktual dan bisa menjadi pencerahan buat orang lain, buat saya, apa yg saya sebut ‘gak penting, gak fokus, gak jelas’ itu adalah sesuatu yg PENTING buat saya.
demikian
Comment by venus — October 1, 2007 @ 1:05 am
ada baiknya kalau memang ada yang bilang tulisan ngga penting disebuah kategori ya ngga usah dibaca sama ngga usah dikomentari saja kang. apa susahnya… hahahaha….
Comment by mata — October 1, 2007 @ 1:24 am
AKu udah baca buku itu, chopra menerjemahkan isi kitab suci (katakanlah ini mikronya)
Comment by Hedi — October 1, 2007 @ 2:01 am
Setuju. Saya pun sering bingung sendiri dgn org yg cenderung meremehkan tulisan dan pemikirannya. Tulisan seorang maestro dan coretan anak TK yang baru bisa ABCD, sama berharganya, selama dibuat dengan kejujuran hati.
OOT: Pernah dapet tag: andai hidupmu tinggal sehari, apa yg akan kamu lakukan? Aku jawab: aku akan merayakannya di ruang UGD bersama orang2 yg kucintai. Sapa tau bisa sembuh.
Sy sgt tergila2 dgn prinsip merayakan hidup, yg jadi tag di blog ini.
Thanks to Mbok Venus for guiding me here.
Salam kenal.
Comment by Toga — October 1, 2007 @ 2:19 am
Dan saya juga berterimakasih karena sudah di guide kesini
sepertinya akan ada satu orang lagi yang bisa ‘mencerahkan’ dunia orang lain
Sudah pernah baca tentang ZEROLIMITS karangan Joe Vitale dan seorang shaman dari Hawaii, yang susah saya tuliskan namanya takut salah spell.
Silakan mampir baca sedikit resensinya di www.zerolimits.info
Salam kenal!
Comment by jejakkakiku — October 1, 2007 @ 4:04 am
aku moco bukune paulo coelho kiy ganok sing mudeng
Comment by pinkina — October 1, 2007 @ 4:37 am
punya bukunya paulo coelho yg veronica memutuskan untuk mati ga mas?
Comment by mikow — October 1, 2007 @ 5:01 am
jalan hati, jalan akal, jalan keheningan dan jalan tindakan, hm seperti ajaran kejawen juga…urip kudu roso
Comment by iman brotoseno — October 1, 2007 @ 8:43 am
Saya dari dulu selalu tergoda ingin membaca buku2nya Deepak Chopra, tapi cuma berhenti pada tahapan tergoda saja. Tapi deskripsi di atas rasanya bisa jadi alasan untuk tidak sekedar tergoda lagi tapi membacanya. Cari ah..
Comment by JaF — October 1, 2007 @ 12:48 pm
@ kw: jejakkakiku dan bang toga tau blog ini dari saya laaahhh..piye sih??? huehehehe…
ayo, mbayar!
Comment by venus — October 1, 2007 @ 2:49 pm
hari yang aneh, kemarin baca the secret, siang tadi dapet komen dari bu shinta yang bahas the secret, sekarang baca ini juga sekitar tema itu juga… hmmm.. tapi sepakat, kalau kita sendiri menganggap diri kita jelek, gimana orang lain?
Comment by guh — October 1, 2007 @ 3:10 pm
yg ndak penting kan gak dilarang diposting toh mas. komen gak penting nang postingan gak penting yo gak dilarang toh, wong memang gak penting. dan yang gak penting itu memang ada, ya toh, ya toh ya toh????
Comment by de — October 2, 2007 @ 6:06 am
aku berharap ada yg mengirimiku copy nya buku2 deepak copra .
Comment by toni — December 14, 2007 @ 4:14 pm