shalattepat lima belas hari sudah aku dan orang islam berpuasa. selama itu pula kita berhaus-haus dan bersabar-sabar dari matahari sebelum muncul sampai menghilangnya.  berngantuk-ngantuk makan sahur dan bersujud lebih lama pada malam harinya.

rasa bagaimana yang telah kalian peroleh dari semuanya itu?

aku akan menjawab : nyaris tak/belum memperoleh rasa apa apa. selain bekerja lebih ogah-ogahan dan sibuk ngebush ym ke sana ke sini minta traktiran. juga wira-wiri jalan kaki bukberan di warung-warung yang mesti dihadiri.

lainnya? lebih boros. meskipun banyak teman yang membayari: bangsari, omith, tim it detik.com, tim it okezone, mumu, dan balibul. teman lainnya aku sebut dalam hati. (terimakasih ya).

kontras dengan apa yang di yakini orang-orang selama ini. katanya dengan puasa kita diharapkan bisa merasakan penderitaan orang-orang yang lapar, tak bisa makan.

aku masih belum bisa sampai kesana. aku baru sanggup merasakan penderitaanku sendiri. itu pun hanya pada siang hari. saat mata hari meninggi, perut melilit minta diisi. mulailah berkasak-kusuk mencar-cari takjil macam apa yang diingini. lalu  mengunyah terus sampai susah berdiri.

aku yakin puasa mempunyai rahasia dahsyat yang belum kuketahui. karena puasa tak saja ada dalam islam, tetapi juga pada keyakinan lain: yahudi, nasrani, kejawen dan lainnya. (bahkan untuk sebuah tujuan jahat pun, konon salah satu caranya adalah dengan berpuasa.)

menurut muhammad zuhri (penulis langit-langit desa), puasa dilakukan untuk mengganti kodrat diri, kekuatan diri dengan kekuatan Tuhan. sehingga kita bisa memerankan diri sesuai dengan perintah Tuhan.

apa itu perintah Tuhan? perintah Tuhan adalah situasi dan kondisi yang melanda kita setiap hari dimana kita berada. ketika kita melihat orang lapar, kita semestinya memberi makan. ketika ada orang tersesat kita kasih petunjuk.  

tak penting benar kita berada di sebuah negeri primitif atau modern, dalam struktur sosial budaya yang tinggi atau rendah, iq jenius atau jongkok. karena makna keberadaan kita bukanlah itu semua, melainkan ketinggian makna kehadirannya. :)