entah siapa dulu kala pertama kali yang mencobai daun-daun itu bisa langsung dimakan, tanpa harus direbus lebih dulu.
dan aku tak tahu juga ketika ada yang menanya kenapa suka melahap daun-daun mentah dan juga yang direbus. termasuk daun yang sudah diracik dengan bumbu: pecel, urap, gudangan, karedok, lotek, gado-gado dan salad.
di warung bumbu desa, blok s keb baru petang itu tersaji begitu banyak lalapan. daun-daun hijau segar yang ditaruh dalam wadah anyaman bambu itu sungguh menarik.
timun, terong bulat, selada air di kiri meja. kemangi, kenikir, daun poh pohan, kol ada di bagian lain meja. tentu saja aku malu kalau harus menghabiskan semua lalapan itu sampai yang lain tak kebagian.
lalu ada sebentuk daun yang belum aku kenali. daun, batang dan aromanya mirip seledri. hanya saja batangnya lebih besar dan lebih lembek. tekstur daun dan warnanya persis. ya tespong namanya.
meskipun warung sunda, bumbu desa tak menyediakan lalapan khasnya, yang tak ada di wilayah lain. misalnya jotang, jonge, kasingsat, senggang dan sintrong. aku juga baru dengar nama-nama ini. yang tak kalah asing : bunut, koang, kosambi, putat, reundeu, kihapit, mareme, pongporang, takokak dan lenca.
konon makan makanan mentah itu lebih sehat, karena zat dan vitaminnya belum hilang. (termasuk pestisida yang mengendap di sela-sela daun yang tak terbasuh air. juga kuman-kuman yang berada di air pencucian yang pengen ikutan makan)
andai tak yakin, bisa memakai lalapan yang sudah direbus: buncis, kangkung, daun/bunga papaya, daun singkong, kailan, kacang panjang dan labu siam mini. di kampung dulu aku menemukan lalapan bunga turi yang berwarna putih maupun ungu.
konon dari cerita dan literature, masih banyak macam daun yang memakannya bersama-sama sambal itu. misalnya pucuk daun jambu monyet, pucuk daun durian, beluntas dan daun mengkudu yang masih muda.
krokot, sejenis rumput makanan favorit jangkrik, juga bisa dimakan. namun hanya pada jaman romusha. sekarang tidak lagi.
kira-kira daun apa lagi yang kalian kenal bisa untuk lalapan?



ada satu lagi mas, babal alias bakal buah nangka. itu juga bisa buat lalap. trus soal krokot, sekarang ini masih ada yang makan kok, terutama krokot yg merah ya, yg daunnya agak besar2. tidak buat lalap tapi direbus dan dibumbui (bumbu kacang ato bumbu urap).
Comment by pakar lalapan — September 26, 2007 @ 4:49 am
ada lagi, tengahnya pohon pisang. yup betul pohon pisang, cuman karena kita hanya dapat saat menebang pisang jadinya ya jarang..cuman aku pernah kebagian, dan rasane..enak=)
Comment by mei — September 26, 2007 @ 5:01 am
lha nek carane ngono..poro wedhus lan sapi lan liyo2ne iso kuru ga kebagian pakanan…waduh..
Comment by pitik — September 26, 2007 @ 5:54 am
jlegor (daun ubi) direbus trus dimakan pake sambel lotis/rujak jenenge brambangasem heheheheh yummy
Comment by iway — September 26, 2007 @ 6:08 am
duhh..ngakak baca komen si pitik, hihihi disini byk jg tp aku gak tahu namanya lagian gak begitu suka daun muda(lalapan) je
Comment by kenny — September 26, 2007 @ 6:45 am
bener mas iway, enak tuh daun ubi rambat (di daerahku namanya lengguk) sama sambel asem. sip!!
kembang turi juga, buat campuran urap atau pecel. kyknya di jkt kembang turi ini ga ada ya…?
kecipir juga jarang.
Comment by evi — September 26, 2007 @ 7:22 am
wes tau nyoba daun pintu dan daun telinga? coba deh
Comment by mbokde — September 26, 2007 @ 8:21 am
daun muda juga enak lhoooooo
Comment by mbokde — September 26, 2007 @ 8:23 am
saya kapok kang…
pasalnya saya dibilang wedus jee kalau makan ijo ijo gitu…
Comment by mata — September 26, 2007 @ 8:37 am
@ mei: namanya ‘ONTONG’. beneran, uwenak ituuu..
wah kok sore2 ngomongin makanan yak?
Comment by venus — September 26, 2007 @ 8:45 am
eh, salah. ontong mah bukan batang pisang yak? aduh error…
Comment by venus — September 26, 2007 @ 1:12 pm
masih ada dua daun lagi, daun jendela dan daun telinga hehehe
Comment by Hedi — September 26, 2007 @ 2:31 pm
duhhhh jadi kepingin makan lalapan
Comment by pinkina — September 27, 2007 @ 2:07 am
di sini banyak lalapan mas, daun teh
Comment by gita — September 27, 2007 @ 4:22 am
Nyesel aku baca blog siang2 .. jadi laperrrr.. laperrr.. tanggung jawab nich pokok nya traktir nnti buka …
Comment by PnC — September 27, 2007 @ 5:57 am
[OOT] daun pintu ama daun jendela…, SOL
Comment by [ew] — September 27, 2007 @ 1:46 pm
dimana saya bisa mendapatkan daun putat karena saya memerlukan untuk pengobatan saya tinggal dijakarta selatan,tx.
Comment by na — October 17, 2008 @ 1:10 pm