pepengandai menemukan secuil batu bata merah, jangan keburu di buang dulu. tanyakanlah kepada ahli barang purbakala,  firmansyah, laki-laki 25 tahun ini sanggup mengenali benda-benda kuno yang punya nilai sejarah dan seni tinggi.

siapa tahu benda itu berasal dari dinasti ming yang konon bisa laku sampai 200 juta rupiah per satuan.

caranya hanya dengan mengamati teksture dan warnanya. memang banyak mafia yang memalsukan benda yang sebenarnya hanyalah bendabiasa yang baru saja dibuat.

konon salah satu cara untuk memberi kesan bahwa benda itu telah berumur ratusan tahun adalah dengan menguburnya beberapa bulan. selalin itu juga diperlukan zat kimia tertentu.

namun firmansyah yang beken dengan nama pepeng ini punya detektor untuk mengenali. sayang saat aku tanya dia lupa namanya. nanti deh aku akan tanyakan lagi kalau dia online.

saat ngobrol via ym siang itu dia mengaku sibuk, banyak kerjaan yang harus dia selesaikan. di sebuah kantor yang bergerak di bidang export furniture di semarang.

mencari benda purbakala hanyalah hobinya saja. selain suka main gitar, layangan juga mendengarkan musiknya rhcp, atau the cure. rap juga suka meskipun tak begitu maniak. hobinya ini mulai dijalani sejak ia perlu uang. yakni saat sedang membuat rumah di daerah jogja. lho buat apa rumah, bukannya masih sendiri?" tanyaku.

"sekarang masih dalam tahap proses, belum jadi. ya buat kelak, jawabnya. masak gini-gini terus. maksudnya ia sedang kost di salah satu sudut kota semarang. entah kapan ia akan menikah. yang jelas ia akan sangat paham karakter perempuan berdasar letak geografisnya. misalnya kenapa orang bandung ramah-ramah. kenapa orang surabaya suka misuh.

semua itu berkat pengalamannya berjalan dari daerah bandung sampai senggigi. karena aku merasa orang solo, bertanyalah aku, bagaimana karakter orang yang tinggal di tepian sungai bengawan itu? ia menjawab tangkas: orang solo cenderung monoton, susah berkembang.

"kenapa?’

"karena banyak jalan di solo yang satu arah. tak ada kombinasi. hanya jalan slamet riyadi yang terdiri dari dua jalur"

kalau mengikuti alurnya, pepeng seharusnya menjadi teknisi gas turbine engine kapal terbang. hidup selalu yang tak terduga, ijazahnya hilang di tempat kost saat pindahan. namun ia tak menyesal. ia hanya menduga kertas itu terselip kertas-kertas lain yang kelak menjadi bungkus nasi goreng.

memang ia tak menganggap penting selembar kertas itu. ia malah menyarankanku untuk menekuni pekerjaan yang tak memerlukan ijazah. sepereti dirinya menjadi pencari barang purbakala. apakah dibolehkan menjual barang purbakala ke luar negeri? boleh saja. yang tak boleh itu kalau sudah masuk museum, jelasnya.

masuk pada bisnis ini, pepeng mengaku tak sengaja. pertamanya ia iseng ngejunk di sebuah milis. lalu ada seseorang asing yang tertarik. dan kini ia di danai orang australia. perjanjiannya, jika ia menemukan barang-barang orang australia itu yang akan membelinya. jika tak tertarik akan tersimpan di galeri pepeng.

lalu bagiamana cara menenentukan harganya? ha ha dia tergelak. hukum ekonomi tak berlaku pada bisnis benda purbakala. mengenai harga yo sak karepku!  sangat terserah aku. mutlak harga ada di tanganku. tergantung pada situasi saat itu. ketika aku sedang butuh duit seperti sekarang ini, perlu semen banyak, aku jual dengan harga tinggi. palingan pembeli nanti menawar.

mereka akan senang andai kita kasih bonus free shipping. sampai sekarang pencapaian keuntungan tertinggi ia dapatkan dari sebuah topeng yang ia beli di bromo. harga belinya cuman 75 ribu saja. dan berapa harga yang ia dapatkan dari pembeli? 19 juta!

pernah juga ia menemukan uang kertas yang di jual di pinggir jalan di sebuah kampung di cirebon. uang kertas kuno yang dibeli seharga lima ribu itu laku seharga 900 ribu. pembelinya orang israel.

pesannya, jangan mau di bohongin terus sama orang asing. masak kayak tkw, pulang bawa anak gak jelas’

lalu ia menceritakan perjalannnya ke pacitan, jawa timur. di daerah yang merupakan daerah peradaban manusia purba itu ia menemukan kendi unik. ia mendapatkan dari seorang penduduk dengan menukarnya tiga lembar ratusan ribu.

peng, kriteria benda purbakala itu seperti apa? menurutnya benda yang unik, yang punya nilai seni tinggi. bukan karena magis nya. ia menyebut orang indonesia kebanyakan salah kaprah dalam hal ini.  dan benda tersebut berusia sekitar 100 tahun.

di setiap perjalanannya dia hanya ditemani bayangannya sendiri. ribet kalau jalan harus berdua atau beramai-ramai. namun ia selalu setia dengan laptop, pda dan sabun.

masih jomblo. kriteria perempuan seperti apa yang ia inginkan. ia merahasiakan.

*obrolan memakai bahasa jawa. foto dari escoret.net