bahasa jawanya nyadran (nyekar). karena tak punya leluhur langsung di jakarta, sebulan puasa ini aku ingin menjadi pendoa, di kuburan.
ya tukang doa. tugasku membantu orang-orang “membacakan doa” yang menziarahi jasad kerabatnya. di era digital yang serba cepat dan praktis ini, cara baru ini cukup inovatif.
konon para penghuni kubur berada di ruang sempit pengap dan gelap. kesepian. meskipun malaikat pembawa cambuk api tak akan jera menemani. di situasi ini, doa dari yang masih hidup begitu dinanti.
pada menjelang bulan puasa ini makin banyak saja yang melakukan ziarah. dan orang-orang memanfaatkan kesempatan tahunan ini. para ibu penjual bunga mawar makin berderet di sisi kiri jalan di tanah kusir. juga tukang parkir, tukang minuman dan anak-anak pengemis.
sekelompok ibu-ibu lain yang membawa sapu lidi langsung mengerubuti peziarah dan mencabuti rumput liar di sekitar nisan. meskipun tak pernah ada yang meminta. lalu mereka menuntut upah.
bulan yang penuh rahmat, iblis dan setan berhimpitan di sel hampa udara. orang-orang bebas dari pengaruh jahat. dengan rela membuka dompetnya lebar-lebar untuk mereka.
aku ingin ikut ambil bagian pada pesta ini. sigap, ku segera ke pasar jumat, depan masjid pondok indah. kubeli selembar baju koko dan kupluk warna putih. agar tampak lebih beriman, kuselempangkan taplak meja di leherku.
oh ya tasbih dan sebuah buku juz amma diperlukan andai masih belum percaya diri
sebagian menganggap ziarah itu ritual belaka. atau sekedar mengenang romantisme masa lalu, sewaktu dia masih hidup. sambil memandangi pahatan nama dan tanggal di batu granit yang mengusam, acara sampingan sebelum ke mal. apalagi musim diskon sudah digelar, tentu ini lebih menarik.
sehingga mereka melakukan ziarah dengan tergesa. tak perlu berpanjang-panjang. dari teman kutahu cukup membaca tiga paragraf pendek ayat Tuhan. begitu kata "amin" mengakhiri prosesi, berkelebatlah sejumlah uang yang dilayangkan ke aku.
simbiosis mutualisme bukan? seperti stiker yang menempel di pintu metromini yang kutatap tiap pagi, anda perlu "waktu," kami perlu uang. klop.



Menurut saya, ziarah itu selain untuk mendoakan si arwah, juga sebagai pengingat bahwa suatu saat nanti kita juga bakalan mati, masuk ke liang kubur. Beruntunglah “mereka2” itu yang masih mendapat kiriman doa dari yang masih hidup.
++Kulo aturi mampir dumatheng blog kulo: putradaerah.blogspot.com. Matur sembah nuwun…
Comment by Dony Alfan — September 9, 2007 @ 2:38 pm
met menjalankan ibadah puasa, maaf lahir batin
Comment by kenny — September 10, 2007 @ 1:23 am
alih profesi ?
Comment by pinkina_imbuh — September 10, 2007 @ 1:23 am
apa karena aku non moslem ya..aku ra pathi ngeh seng mbok maksud opo mas???
Comment by mei — September 10, 2007 @ 1:26 am
bener bener side job menguntungkan ya..
Comment by iman brotoseno — September 10, 2007 @ 2:27 am
Karena di keluarga saya tidak ada ritual nyadran, saya jadi nggak tau rasanya gimana. Sebenarnya penasaran juga sih, soalnya sering lihat di setiap sebelum puasa makam-makam ramai dikunjungi orang. Selamat berpuasa
Comment by fahroniarifin — September 10, 2007 @ 8:34 am
katanya sih itu cuma adat saja ya kang. soalnya ndak ada dalam islam istilah nyadran itu. apalagi menjelang puasa kita harus nyadran. seperti halnya padusan. apa itu memang sudah salah kaprah.
Comment by mata — September 10, 2007 @ 9:34 am
Membaca surat yasin diatas kuburan almarhum kakek saya selalu menjadi salah satu kegiatan favorit saya…
Comment by ahmad simanjuntak — September 10, 2007 @ 10:45 am
neng sumatra malah ono istilah mandi bersama neng kali…istilahe aku lali..pokoke rame..ono karnavale pisan dipimpin para tetua adat..
Comment by pitik — September 10, 2007 @ 12:53 pm
gimana?
dah dapet brapa?
hehehe
Comment by tukang ketik — September 10, 2007 @ 1:58 pm
di kota besar apa aja bisa jadi duit…
tapi blog ini bukan diary kan?
Comment by de — September 10, 2007 @ 11:25 pm
maaf lahir batin, selamat berpuasa
Comment by venus — September 11, 2007 @ 4:10 am
Di contohkan gak sih nadranan oleh Rasululloh saw???? Kalo ada buktinya mana???
Comment by bani — October 1, 2008 @ 12:33 pm