sejak setahun lalu, aku ragu bisa menyaksikan film ini. secara film garin sangat jarang diputar di bioskop komersial.
beruntung ajakan teman sore itu, opera jawa di putar di bioskop. kemarin adalah hari pertama pemutaran, dan hanya bioskop ini satu-satunya yang mau menayangkan.
kepada si balibul dan pitik yang menolak ajakan langka (dibayari mumu) ini silakan menyesal.
benar, pengunjung tak lebih dari 30 an orang. seperti yang pernah di bilang garin, sutradaranya, andai filmnya telah memuaskan satu orang saja, dianggapnya sukses. aku salah satu orang yang dipuaskan itu.
lainnya, sangat banyak tentu saja. film produksi 2006 untuk mengingat kemasyuran mozart ini telah melanglang negeri mengikuti berbagai festival.
dan memperoleh banyak penghargaan. berikut aku kutip dari antara:
Film berdurasi dua jam ini juga mendapat berbagai penghargaan antara lain "Aktris Terbaik" (Artika Sari Devi) dan "Komposisi Musik Terbaik" (Rahayu Supanggah) dalam Festival Film Internasional Nantes (Prancis), "Komposisi Musik Terbaik" (Festival Film Internasional Hongkong, "Film Asia Terbaik" (Festival Film Internasional Singapura), "Penghargaan Khusus Juri" dalam Festival Film Internasional Jakarta (Jiffest) 2006.
film ini terinspirasi dari epos rama shinta. hanya saja garin menerjemahkannya secara bebas. didukung dengan banyak seniman tari, rupa instalasi, patung, seni, suara menjadi film musical ini tak ada duanya. indah!
banyak adegan adegan yang simbolis. dan kita bebas menafsirkannya. misalnya kemunculan ludiro dari balik sapi yang digantung dalam kondisi kulitnya mengelupas. lalu di bawahnya berderet patung-patung kepala manusia berwarna emas dan merah darah.
namun kita yang telah mengetahui cerita rama sinta tak akan kesulitan memahaminya. apalagi garin juga membantunya dengan adegan-adegan biasa yang tak perlu menafsirkan ulang.
film yang ini tak melulu cerita tentang cinta dan kesetiaan kok. Juga tentang kebingungan masyarakat kelas rendah karena himpitan ekonomi. Semua dialognya menggunakan tembang jawa.
*gamba diambil dari sini



KNAPA GA AJAK AKU?!
sebel, mberengut, tuz balik badan
Comment by mPit — September 7, 2007 @ 3:23 am
Wah eman aku ga diajak… ga usah dibayari juga aku mau
Comment by Hedi — September 7, 2007 @ 4:29 am
ajak an mu munkin daadaakan ya..
aku aja di tlp jg dadakan.. huhuhu..ampe masuk na telad 30 menit dah di puter pelem na.. hiks..
reskedul lagi aja gpp kawe.. biar smua bisa ikut kalo yg bisa..geto..
komen buat pelem opera jawanya itu menurutku sangat variatip banged tergantung tapsiran masing2 orang..
tp jujur.. itu keren bangeds..
cm kadang ada yang simbolis 2 na itu aku ga paham..
terlalu berat..ehueueu
TOP _
Comment by omith ikut nongton — September 7, 2007 @ 5:03 am
aku akeh gaweyan le…
Comment by pitik — September 7, 2007 @ 6:38 am
yen cdne wis beredar, kabar kabar yo…
Comment by tukang wedang — September 7, 2007 @ 7:15 am
lihat dari gambarnya,kok sepertinya medeni ya mas..
Comment by langit — September 7, 2007 @ 8:24 am
itu mas-masnya tukang jagal ya?
Comment by iway — September 7, 2007 @ 8:41 am
tulisane mas kawe iki apik, ning kok ora EYD /:) fyiuuuhhhhh
Comment by pinkina_imbuh — September 7, 2007 @ 9:31 am
kog ada daging sapi dibelakang , bener ya?
Comment by kenny — September 7, 2007 @ 3:14 pm
Sejak sering diulas dimedia, sy pengen bgt nonton ini pilem.
)
Namun hingga saat ini ndurung kesampean. (Sa’no rek awakku
Comment by Rian — September 8, 2007 @ 12:44 pm
aku baru tau
Comment by starboard — September 8, 2007 @ 10:07 pm
wah nek akeh simbol2 ki biasane rodo abot
. aku ra mudeng biasane hehe.. kudu inik sing ndampingi
Comment by de — September 9, 2007 @ 4:08 am
Next time … ikut yah
www.sayap.wordpress.com
Comment by Ade — September 11, 2007 @ 8:15 am
Hem.. jadi ingin menonton filmnya..
Comment by titiw — September 16, 2007 @ 2:08 pm