
harga makanan di warung makan langganan mulai naik? datanglah ke kantin ini. kalian membayar tak berdasar banyaknya yang kalian makan. tapi sangat terserah kepada ibu gendut yang selalu memanggil pelangganya dengan mas ganteng atau anak lanang ini.
kalian membayar sesuai dengan tampang dan penampilan kalian siang itu. tak percaya, baiklah aku akan bercerita, sedikit saja.
siang pertama makan di kantin ini cukup membayar rp 7000. cukup murah! hari lain malah bisa 5000, 6000 atau bahkan 8000 dengan menu yang sama: sepiring nasi, seekor ikan berikut kepalanya dan sepotong tempe. minumnya segelas es teh tawar yang berbonus seiris jeruk lemon di pinggirnya.
dugaan kalian benar. saat aku tampak kusut, dekil dan tak necis, makan siang bisa cukup murah. ini akan berbeda dengan para eksekutip muda yang rapi jali sepatunya mengkilat dan tampangnya meyakinkan saldonya berdigit panjang. ibu gendut yang selalu sok akrab itu menaikkan tarif dua kali lipat, bisa lebih.
dan mereka tak pernah protes. kantin ini selalu penuh per siangnya.
aku memperoleh jawaban ini setelah mencermati selama sebulan. dan saat aku tanyakan ke teman lain dia membenarkan. “kantin ini memakai sistem subsidi silang”, duganya. lalu dia berstrategi mencari aman. tak pernah menyebut apa yang ia makan, ia hanya akan bilang, “biasa bu”. dan pasti hanya membayar 7000.
teman lain yang vegetarian, mendapat layanan istimewa. ia selalu dianggap anak kost yang tak pernah punya uang. sebanyak apapun ia makan, ibu yang dibantu dua orang ini akan bilang, “anak lanang ini lagi tak punya duit ya, 3000 aja”.
warung prasmanan ini menyediakan menu khas semua serba goreng: ikan bawal, ayam, bebek, lele, ikan mas tempe dan tahu. Aku suka sekali lalapannya yang melimpah hijau segar: selada, daun poh-pohan, kemangi, timun. sambelnya khas! tak begitu pedas, ada rasa masam campuran tomat dan air jeruk nipis.
asyik bisa nambah tanpa batas.
letaknya di basement gedung inkud di jalan warung buncit raya. persis berseberangan dengan pabrik tempatku bekerja. untuk mencapainya cukup melangkah 200an kali.



weh. aku pengin ki. kapan kapan njajal mrono yuk!
Comment by tukang wedang — September 5, 2007 @ 12:43 am
hahahaha…
baru denger, ada juga ya kang kantin model ginian. coba PH atau fastfood modelnya kek gini. pasti laris manis.
Comment by mata — September 5, 2007 @ 12:55 am
mas, ibuk iku kon bukak cabang nang Daan Mogot ae
Comment by pinkina_imbuh — September 5, 2007 @ 12:58 am
7000???larang kuwi le…aku mangan cuma mangewu je..malah biasane kurang teko mangewu..paling patangewu sampe patangewu mangatus…
Comment by pitik imbuh — September 5, 2007 @ 2:06 am
oleh nggowo rantang?
Comment by Mbilung — September 5, 2007 @ 2:20 am
iki ajakan mangan2?
Comment by Luthfi — September 5, 2007 @ 3:04 am
walah kok enak. ono sik ora jujur mesti yo…hehehhh
Comment by feRi — September 5, 2007 @ 3:05 am
weks… mantep tenan!
)
)
kaya BBM ae mas
pas lagi bokek minta keringanan
pas bar gajian iso mbayar full
Comment by Pu! — September 5, 2007 @ 3:37 am
Setiap jumat malem, suruh jualan di BHI aja.
Comment by Hedi — September 5, 2007 @ 4:45 am
wah boleh juga… tapi kalo makan sego bantingan sewuan wis oleh.. hihi…
Comment by Anang — September 5, 2007 @ 7:19 am
je murah warteg depan kantorku mas,klo ga percaya dipersilahkan mencoba..monggo2
Comment by langit — September 5, 2007 @ 7:55 am
aku ngiler nyawang potongan ayame…
Comment by mei — September 6, 2007 @ 3:53 am
hahaha nang kene yo onok. dodol rujak cingur. nek nelayani cewek juahat pooollll, tapi nek sing tuku wong lanang diladeni dengan senyum maniiiissss….
Comment by de — September 6, 2007 @ 11:12 pm
Lha.. tenane kuwi? lha nek di jabarke ngene, pelanggane moco blog sampean, trus bar kuwi teko gawe kaso oblonk kabeh, ibuknya rugi langsung to hahahahha
Comment by starboard — September 8, 2007 @ 9:59 pm