kakipengen general chek up ke rumah sakit sampai sekarang kok tak kesampaian. mengajaklah temanku berbelok  ke ahli refleksi. bukan seperti yang di salon-salon  atau spa yang hanya mengelus elus itu.

bapak  ahli refleksi itu  bukan tukang pijat. dia hanya menyentuh simpul-simpul saraf yang ada di telapak dan punggung kaki. bukan pula shinshe karena dia betawi asli.

tak perlu menyampaikan apa yang di derita, dia akan tahu apa keluhan kita. dia sangat  mengerti kondisi sistem pencernaan, persendian maupun syaraf-syaraf otak kita.

agar sehat, ternyata tak cukup hanya jogging 10 sampai 15 kali putaran lapangan sepak bola seminggu tiga kali, tak merokok dan istirahat cukup. karena golongan darahku b +, konon harus menghindari makan kacang-kacangan, ayam dan gandum berikut olahannya.

dan semua tersingkap oleh bapak itu. kondisiku cukup mengerikan.  kalau kalian berprasangka macam-macam ketika aku tak mau makan di angkringan, itu karena ada masalah besar di usus besarku. aku harus makan di tempat yang tersedia banyak toilet.

dan itu telah terbukti pada dua peristiwa di tempat hajatan. meskipun aku tak pernah menyelipkan amplop ke dalam kotak (amal), aku selalu sempatkan makan banyak, apalagi kalau ada ikan gurame goreng mentega… nyam nyam nyam…

bukan hanya itu. penyumbatan terjadi di syaraf-syaraf mata kiriku. andai tak segera dibenerin, dunia akan menjadi hitam. juga di tulang belikat yang menyababkan setiap sore, rasanya ingin memenggal tengkuk dan menggantinya dengan milik orang lain.

dan entah ini apakah ada hubungannya dengan sakit kepala yang menyerang tengah malam. sehingga aku harus melanjutkan tidur dengan posisi duduk. karena kalau telentang denyutnya makin menonjok.

lalu ia berbisik, dengan nada prihatin. “belum menikah saja sudah begini, apakah kau nanti sanggup menyelesaikan permainan sepak bola dalam 2 kali 45 menit? ada penyumbatan di prostat.

beruntung semua belum stadium akut. semua bisa “sembuh” sempurna andai rutin melakukan terapi itu. minimal sebulan dua kali.  dalam keadaan sehat cukup sekali sebulan sebagai perawatan.

memang sih umur di tangan tuhan, cuman kalau rumahnya rusak mau nempel dimana?

bapaknya itu sangat sibuk meskipun tak memasang “plakat” di depan rumahnya. dan dia juga sering di panggil oleh para fans nya. termasuk punya jadwal rutin ke tempat dian sastro. kepada pitik, apakah kau tak cemburu?

cara alternatif itu selalu ada, jika kita mau mencari.