dnadulu, sebelum naik kelas, kita selalu menghadapi ujian. karena guru tak pernah benar-benar tahu apakah kita layak naik tingkat. Tuhan bukan guru itu,  kenapa Dia masih menguji kita?  bukankah Dia sungguh maha tahu?

lama aku mempertanyakan. dan sampailah pada suatu siang ngobrol dengan seseorang.  lalu ia merekomen untuk membaca buku "tuhan di dalam gen kita". judul aslinya the divine message of the dna, tulisan kazuo murakami. beruntung siang itu juga aku mendapatkanya.

menurut murakami, semua makhluk hidup menggunakan kode genetik yang sama. artinya prinsip kerja gen manusia sama dengan lumut.  gen manusia yang berjumlah miliaran itu ternyata tidak tetap dan dilengkapi dengan sistem on off (nyala/padam).

misalnya pada umur tertentu gen penumbuh bulu menyala. lalu munculah bulu hanya di tempat tertentu yang di waktu bayi tak ada. selain itu  mekanisme on off ini dapat dipicu oleh sikap mental.

menurut murakami, gen yang ada dalam tubuh kita itu rata-rata yang "menyala"  hanya 15-30 persen. selebihnya gen tersebut dalam keadaan tidur (dorm gen). sehingga kemampuan kita sekarang ini belum optimal.

andai kita mampuu menyalakan gen-gen tersebut, niscaya kita akan mempunyai kemampuan yang tak terbatas. (entah, aku  belum paham kemampuan tak terbatas yang seperti apa). jelasnya salah satu cara membangunkan gen gen yang sedang tidur itu dengan energi yang positif.

untuk mencipta energi positif, bisa dimulai dengan berpikir positif.   berkelakuan selaras dengan alam yang hanya selalu memberi dan memberi. seperti pada setiap ajaran yang tertuang pada kitab-kitab suci.

aku jadi ingat lagu masa bocah yang tak pernah basi itu. ya  lirik lagu itu sangat tepat untuk contoh ini: hanya memberi tak harap kembali, seperti matahari.

pada buku itu, pendiri institute for the study of the mind-gene relationship ini  juga menceritakan eksperimen nozawa yang beride untuk memproduksi tomat raksasa. nozawa meneliti, hambatan apa yang membatasi tumbuhan tersebut hanya memproduksi buah sedikit.

dari penelitiannya, ternyata tanah adalah hambatan utamanya. tumbuhan yang akan memanjangkan akarnya terhambat. tanah menghalangi persediaan enzim. tanah langsung menghadapkan tumbuhan pada perubahan suhu. jika hambatan ini dihilangkan dan menyediakan lingkungan yang sesuai, potensinya akan tak terbatas.

dia mencoba bertanam dengan sistem hidroponik. terbukti, pada pameran sanis dan tekonologi tsukuba pada 1985, tomat  nozawa bisa memproduksi buah seribu kali lipat dibanding dengan cara bertanam konvesional.

manusia pun sama halnya. jika kita bisa menghilangkan faktor penghambat, tak mustahil mempunyai kemampuan yang optimal. dan ujian (yang sebagian orang menderita karenanya) yakinlah, itu salah satu cara Tuhan untuk menyalakan gen kita. 

andai seseorang telah bisa menyalakan seratus persen gen nya, apakah mereka tak akan pernah lagi mendapatkan ujian? lalu apakah bisa berkemampuan seperti Tuhan?

*
judul            : tuhan dalam gen kita
penulis         : kazuo murakami
penerbit       : mizan
jumlah hal     : 200