wajar barang kali andai temanku tak mempercayai apa yang akan kuceritakan ini. masih banyak orang-orang baik di kota yang mirip pelacur malam ini.
jumat pagi, di blog yang kubaca aku mendapati "seruan" kebaikan dari seleb blog simbok venus. di ujung kampung pundong jogja temannya akan memberikan sumbangan bagi masjid yang roboh tahun lalu.
di milis komunitas sebelah mengundang kopdaran, tempatnya dipanti asuhan. menurut zam, kusirnya, ia tak ingin di cap sebagai blogger hanya suka kumpul-kumpul, makan-makan atau gojek kere. hi zam
(memangya siapa dab selama ini yang peduli pada kaum blogger? aku kira tak ada, semuanya sibuk dengan urusannya sendiri)
pada milisnya saat ini pun, ia mengungkapkan hari sabtu ini akan mendiskusikan secara offline kapan, waktu dan tempatnya. jamnya menyusul katanya. responya mengangumkan. perbincangan usul terus bermunculan.
aku tiba-tiba terharu. masih banyak orang baik di luar sana, salut!
padahal mereka itu "bukan siapa siapa". maksud saya, banyak lembaga, departemen, badan sosial yang mungkin lebih pas mengurus mereka. tapi apa lacur, kewalahan.
entah apa alasan sebenarnya.
dugaan apa lagi selain hanya bisa berburuk sangka? tapi sudahlah tak penting itu. aku tak ingin menuding oran lain lagi. aku akan coba mereview apakah aku sudah lebih baik dari mereka?
baru sadar saat menunjuk pakai jari telunjuk, lebih banyak jari yang mengarah ke diriku sendiri. busyet! ternyata aku memang lebih buruk dari mereka!
tepat sekali apa yang ditulis simbok venus: "masih kecimpringan sibuk merencanakan kejahatan ….. baik untuk diri sendiri dan atau orang lain.
sampai kapan?



Kadangkala cuma kita yang suka berpikir negatif dengan output stereotipe tertentu. Dalam kasus “berbaik hati dan perbuatan atau beramal”, perlukah hal itu diumumkan di depan khalayak ramai.
Percayalah, mas. Orang baik itu masih banyak. Cuma ga keliatan karena memang ga diperlihatkan.
Comment by Hedi — August 10, 2007 @ 7:34 am
aku..aku!!
*
ngacengngacung tinggi, sebagai orang baik*Comment by pitik — August 10, 2007 @ 8:00 am
saya juga terharu ma simbok..
kebaikan hanya bisa dirasakan dangan hati,bukan dilihat dengan mata
iya terharu….. orang baik itu kadang suka misuh juga hi hi hi…. Pisssss
Comment by langit — August 10, 2007 @ 9:22 am
waduh.. la wong acaranya belom terlaksana kok sudah woro-woro to kang?
yah, sing penting sudah niat, minimal dapet satu pahala..
Comment by zam — August 10, 2007 @ 11:08 am
harus ya jadi orang baik?
Comment by gies — August 10, 2007 @ 11:37 am
mas kw jg ada bakat jadi orang baek kog, buktinya cepet2 menyadari saat merasa byk jari menuding kearahmu
aku blm sempat nuding loh
Comment by kenny — August 10, 2007 @ 1:10 pm
menjadi baik tidak harus kelihatan baik khan..(bingung )
Comment by iman brotoseno — August 11, 2007 @ 1:34 pm
saya masih belajar jadi orang baik… ada yang mau jadi guru?
Comment by de — August 11, 2007 @ 11:51 pm
selemah2nya iman katanya…. terduduk lemas
Comment by passya.net — August 12, 2007 @ 6:10 am
melu ae mas
Comment by Pu! — August 13, 2007 @ 1:28 am
hayaaaaahhhh…..
Comment by venus — August 13, 2007 @ 2:18 am
Iya bener, lha wong ada yang bilang kok, meski baru cuma niat aja, kalau baik udah dicatet termasuk pahala. Beda dengan niat jelek, berniat aja udah dosa. Uenak tho, makanya banyak orang yang bisanya cuma “omdo”:) He..
Comment by undercover — August 14, 2007 @ 5:53 pm