apa sebenernya yang disebut cinta? kenapa seseorang bisa mencintai objek yang menolaknya? konon cinta itu anugerah. namun kenapa manusia malah pecicilan tak membebaskannya?.
yang lebih dahsyat tentu seseorang yang sanggup menukarkan hidupnya untuk cinta. apakah cinta itu sama dengan hidup itu sendiri?.
novel ini mengisahkan perihnya seseorang meraih cinta. terlalu banyak rintangan, baik karena perbedaan kasta atau persamaan alat kelamin.
demi cinta ida ayu pidada mampu menjalani kehidupan sebagai orang lain seumur hidupnya. karena ia memilih menikah dengan laki-laki sudra. (kebalikan dengan ibunya yang sudra menikah dengan bangsawan)
sebagai gadis bangsawan ida ayu harus melepas kastanya menuju kasta suaminya. artinya ia putus dengan keluarga griya (bangsawan). termasuk ibunya yang tak mau menemuinya lagi.
derita itu belum cukup, ia dianggap pembawa sial, suaminya mati setelah ia hamil. agar tak membawa bencana lagi, ia harus melakukan upacara patiwangi.
di senja yang temaram,di sebuah balai bambu mertuanya duduk. sesaji sudah berada di hadapannya. seorang pamangku mengucapkan mantra-mantra. kaki perempuan tua itu diletakkan tepat diatas ubun-ubun ida ayu telaga. air dan bunga disiramkan ke tubunya yang mengenakan kain sebatas dada.
kini ia menjadi manusia baru. selain nama yang harus diganti, ia tentu saja meninggalkan kemewahan yang sebelumnya menjadi haknya. semua ini ia lakukan demi anaknya, luh sari.
ya saya telat membaca buku yang edisi kali ini diterbitkan gramedia, sebelumnya oleh penerbit… (aduh lupa)
sebagai orang non bali, aku jadi paham rumitnya upacara dan feodalisme yang terjadi di bali. dibalik alamnya yang elok, bali menyimpan luka yang dalam bagi penghuninya.
terimakasih oka rusmini, penulisnya yang memberikan gambaran tentang bali dari sudut pandang lain.



ayo golek calon bali …
Comment by bahtiar — August 3, 2007 @ 3:29 am
cinta deritanya tiada akhir
Comment by langit — August 3, 2007 @ 5:22 am
aku sudah membaca novel yang ini..kalau gak salah karena novel inilah aku jadi tergila2 pada novel2 sejenis hehe
Comment by mei — August 3, 2007 @ 5:43 am
aku isin arep nyilih meneh..hehehe
Comment by pitik — August 3, 2007 @ 7:05 am
dari dulu tertarik sama tulisan Oka Rusmini, tapi belum kesampaian, wah harus dicatat nih!
Comment by gies-thebookstorian — August 6, 2007 @ 9:48 am
ya saya telat membaca buku yang edisi kali ini diterbitkan gramedia, sebelumnya oleh penerbit… (aduh lupa)
TERA INDONESIA
Comment by Indonesia Buku — September 23, 2007 @ 7:06 am
aduh bukunya terlalu tbal sehingga kadang-kadang saya kelupaan untuk makan nasi,bukunya sih bagussssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssss…............................... buangettttttttttttttttttttttttttttt…..........................
Comment by maria — December 25, 2008 @ 5:45 pm
kok lama kelamaan saya diomelin sama oru saya
Comment by maria — December 25, 2008 @ 5:46 pm
“apa sebenernya yang disebut cinta? kenapa seseorang bisa mencintai objek yang menolaknya? konon cinta itu anugerah. namun kenapa manusia malah pecicilan tak membebaskannya?.”subhanallah, wkt bc cuplikan diatas lsg terlonjak, mirip bgt dgn yg ku alamin skrg “mencintai objek yg menolaknya” ck ck ck miris y…..
Comment by tembem — February 10, 2009 @ 6:43 pm