no 8 iqbal:masa depan itu dua tahun lagi
pengen tahu sosok enterprenur masa depan? dialah orangnya. semua syarat nyaris ada pada dirinya, iqbal prakasa (22). menurutnya masa depan itu hanya tinggal dua atau tiga tahun lagi.
suasana militeris yang melingkunginya tak sanggup mematahkan nalurinya yang lebih menyukai bisnis. pertama kali mengenal dunia itu karena diajari omnya.
ia sadar betul, sukses tak bisa secepat sangkuriang mencipta danau yang gagal, namun senti demi senti. dan sejak kakinya memijak sekolah dasar, ia memulai membangun bisnisnya. es lilin warna pelangi menjadi project pertamanya.
keberhasilan itu memacu semangat yang memantapkan keyakinannya, dirinya memang terlahir sebagai bisnisman papan atas. sampai smu, instingnya makin tajam membaca peluang.
meskipun belajar di pesantren, kepopuleran laki-laki yang lahir di kampung laweyan, solo ini melintas batas sekolahnya. sadar punya banyak teman, ia lalu membuat prosposal penawaran pembuatan kaos. kaos kelas, kaos olahraga, kaos genk atau kaos komunitas lain.
makin tinggi pohon, makin kencang angin bertiup rupanya. ketenarannya itu tak jarang menuai "musuh". namun yang ini disebabkan masalah perempuan. ya semacam cinta kingkong lah. ia sering berantem dengan kakak kelas dari sekolah lain.
ia menghabiskan masa belajarnya di pesantren. meskipun sebenarnya tak begitu betah. alasannya: tak ada yang namanya makhluk perempuan di kelasnya. mungkin itulah salah satu alasan kepindahannya saat kelas tiga. ia lebih memilih ngekost di tempat lain. alasan asal-asalannya untuk persiapan masuk umptn.
penyuka kepala ikan kakap ini juga orang yang sangat humoris, cenderung vulgar. dan kadang garing. mungkin inilah salah satu alasan kenapa banyak perempuan menggilainya.
mengaku bukan play boy meskipun ia menerapkan gaya pacaran sistem sks (satu kota satu). kalian para perempuan yang ingin dipacarinya, syaratnya mudah, asal mau diajak cipokan di bioskop.
ya dia penyuka film, terutama kartun. ia nonton the simpson paling awal dibandingkan dengan kawan bhi yang lain.
lulus smu, ia hijrah ke kampus biru ipb bogor. selain sibuk kuliah, di sini ia memulai babak baru bisnisnya: mengenalkan warung angkringan di daerah yang terkenal asianannya itu.
cukup sukses usaha itu. namun ia tak berhasil mendrive orang-orang sunda yang tak punya kebiasaan makan sego kucing yang sekali telan itu. semua pelanggannya adalah mahasiswa-mahasiswa yang berasal dari jogja/jateng.
kesibukan kuliah dan susahnya orang yang bisa dipercaya membuat usaha yang sudah cukup settle itu bubar. namun ia tak pernah menyesal, apalagi menyerah.
ia sangat militant. hal ini mungkin hasil gemblengan kiai-kiainya sejak di pesanteren. bayangkan ia harus belajar membaca surat al fatehah selama sebulan. menurutnya, pembacaanya harus sempurna.
kenangan lain yang ia rindukan tentu saja saat bulan puasa tiba. buka bersama di sebuah masjid bersama anak-anak lain yang jumlahnya ratusan.
jangan bayangkan mereka menikmati hidangan model prasmanan yang menunya melimpah terhampar di atas meja yang putih. ia makan beramai-ramai mengerubungi tampah-tampah (nyiru) yang disediakan untuk lima orang setiapnya. menunya biasanya orak-arik telor, tempe penyet atau sate kere. ( sama dengan sate ayam, hanya bahan dasarnya dari tempe)
saat ini ia sebagai OB (office bos) di salah satu kompani yang kantornya di mampang, jaksel. namun ia juga selalu mroyek di tempat lain. "gak apa-apa kok yang penting tak melalaikan tanggungjawab utama, katanya.
penyuka novel jhon grisam ini mempunyai definisi sukses yang tak biasa. ia bersetuju dengan jennie s bev untuk hal ini.
succes is a mindset. It is not a journey, nor a destination. it is already within you. ia yakin setiap orang dilahirkan untuk sukses. namun sukses telah diartikan secara salah kaprah. sukses selalu diidentikan dengan materi, kedudukan dan hal lain yang kasat mata.
"kau sudah merasa sukses, "tanyaku.
"tentu saja belum. masih dalam tahap pra preparing."
saat kutanya lebih lanjut, kenapa begitu yakin dengan kesuksesannya itu dia malah menuduhku tak beragama.
"kamu shalat ga?"
"apa hubungannya bal?
"kamu shalat ga? dia mengulang lebih keras.
"ya shalat (kadang-kadang)"
"nah kau kan selalu berdoa. ya begitulah. kesuksesanku seyakin doaku itu.
ia yang mengaku tak cerdas, hanya beruntung ini tak bisa menjabarkan secara detail untuk mencapai puncak sukses itu. satu kata yang keluar dari mulutnya: ikhtiar maksimal.
sepakat. gudlak bal!
link: mas bah, ipul, hadik, pito, gita, endik, bebek
(postingan ini tak sesuai jadwal, atas permintaan beliaunya)
*foto: lutphi



jane mayan,ning kok je 22th
Comment by langit — August 3, 2007 @ 5:23 am
22 taun? sama kek yudi brarti. umur 21 muka 30.
Comment by mPit — August 3, 2007 @ 6:03 am
berarti sesuai dengan prediksiku..dia akan jadi
mucikaripengusaha besar..Comment by pitik — August 3, 2007 @ 6:13 am
fotone – coba diamati …
kok koyo reco gladak
peace man …
Comment by wong solo pinggiran — August 3, 2007 @ 6:38 am
ikhtiar tanpa henti, dengan doa bbmnya, dan tawakkal pada akhirnya…
Comment by gies-thebookstorian — August 3, 2007 @ 7:22 am
njrit !! gua blom 21
!!
gwe masi 20
Comment by yudhi — August 3, 2007 @ 8:12 am
totalnya ada berapa orang to kang ?
Comment by mata — August 3, 2007 @ 10:04 am
Cipokan kok braninya di bioskop, langsung ae nang taman lawang
Comment by Hedi — August 3, 2007 @ 2:05 pm
taman lawang aja tuh kata hediii…*cekikikan*
Comment by venus — August 3, 2007 @ 2:40 pm
Terima kasih untuk postingan ini, Iqbal. God bless you.
Comment by Jennie — August 3, 2007 @ 4:19 pm
hehehe jik ijo rung 25..
Comment by de — August 4, 2007 @ 11:23 pm
itu yang “satu kota satu” kalo di kota-nya nggak ada bioskop gimana mau menunaikan “syarat wajib”? hehehehehe.
salam kenal, selamat berakhir pekan yaa!
Comment by fitri mohan — August 5, 2007 @ 2:42 am
kecil-kecil cabe rawit..
Comment by achi — August 5, 2007 @ 4:01 am
arep komen opo yo? lali ki…
Comment by bangsari — August 6, 2007 @ 12:49 am
reco gladak?? retjo penthung yake? hehehe, jiwa enterprenur mungkin turunan dari lingkungan, laweyan kan terkenal dengan para enterprenur batik
Comment by iway — August 6, 2007 @ 1:53 am
gak percoyo aku nek arek iki lulusan pesantren…dr kata yang digunakan tiap hari aja, msh jauhhhh 20 kilo dr pesantren…. hueheuheuhe
/*gut lak yho bro
Comment by pinkina — August 6, 2007 @ 3:49 am
ihh … iqbal … konco aku tuh ! hehehehe
Comment by putradi — August 7, 2007 @ 5:11 pm
liat dari mukanya sih… muka mesum huahahaha…
Comment by nino — August 9, 2007 @ 5:31 am
wa iso kelewatan…
aku ga ngerti.. wes..di publish to arek mesum ikih ..a..hahahahaha..
Comment by OMIth — September 3, 2007 @ 8:22 am