hidup yang singkat, mari kita rayakan
bhiAugust 3, 2007 4:54 am

iqbalpengen tahu sosok enterprenur masa depan? dialah orangnya. semua syarat nyaris ada pada dirinya, iqbal prakasa (22). menurutnya masa depan itu hanya tinggal dua atau tiga tahun lagi.  

suasana militeris yang melingkunginya tak sanggup mematahkan nalurinya yang lebih menyukai bisnis. pertama kali mengenal dunia itu karena diajari omnya.

ia sadar betul, sukses tak bisa secepat sangkuriang mencipta danau yang gagal, namun senti demi senti. dan sejak kakinya memijak sekolah dasar, ia memulai membangun bisnisnya. es lilin warna pelangi menjadi project pertamanya.

keberhasilan itu memacu semangat yang memantapkan keyakinannya, dirinya  memang terlahir sebagai bisnisman papan atas. sampai smu, instingnya makin tajam membaca peluang.

meskipun belajar di pesantren, kepopuleran laki-laki yang lahir di kampung laweyan, solo ini melintas batas sekolahnya. sadar punya banyak teman, ia lalu membuat prosposal penawaran  pembuatan kaos. kaos kelas, kaos olahraga, kaos genk atau kaos komunitas lain.

makin tinggi pohon, makin kencang angin bertiup rupanya. ketenarannya itu tak jarang menuai "musuh". namun yang ini disebabkan masalah perempuan. ya semacam cinta kingkong lah. ia sering berantem dengan kakak kelas dari sekolah lain.

ia menghabiskan masa belajarnya di pesantren. meskipun sebenarnya tak begitu betah. alasannya: tak ada yang namanya makhluk perempuan di kelasnya.  mungkin itulah salah satu alasan kepindahannya saat kelas tiga.  ia lebih memilih ngekost di tempat lain. alasan asal-asalannya untuk persiapan masuk umptn.

penyuka kepala ikan kakap ini juga orang yang sangat humoris, cenderung vulgar. dan kadang garing.  mungkin inilah salah satu alasan kenapa banyak perempuan menggilainya.

mengaku bukan play boy meskipun ia menerapkan gaya pacaran sistem sks (satu kota satu). kalian para perempuan yang ingin dipacarinya, syaratnya mudah, asal mau diajak cipokan di bioskop.

ya dia penyuka film, terutama kartun. ia nonton the simpson paling awal dibandingkan dengan kawan bhi yang lain.

lulus smu, ia hijrah ke kampus biru ipb bogor. selain sibuk kuliah,  di sini ia memulai babak baru bisnisnya: mengenalkan warung angkringan di daerah yang terkenal  asianannya itu.  

cukup sukses usaha itu. namun ia tak berhasil mendrive orang-orang sunda yang tak punya kebiasaan makan sego kucing yang sekali telan itu. semua pelanggannya adalah mahasiswa-mahasiswa yang berasal dari jogja/jateng.  

kesibukan kuliah dan susahnya orang yang bisa dipercaya membuat usaha yang sudah cukup settle itu bubar. namun ia tak pernah menyesal, apalagi menyerah.

ia sangat militant. hal ini mungkin hasil gemblengan kiai-kiainya sejak di pesanteren. bayangkan ia harus belajar membaca surat al fatehah selama sebulan. menurutnya, pembacaanya harus sempurna.

kenangan lain yang ia rindukan tentu saja saat bulan puasa tiba. buka bersama di sebuah masjid bersama anak-anak lain yang jumlahnya ratusan.

jangan bayangkan mereka menikmati hidangan model prasmanan yang menunya melimpah terhampar di atas meja yang putih. ia makan beramai-ramai mengerubungi tampah-tampah (nyiru) yang disediakan untuk lima orang setiapnya. menunya biasanya orak-arik telor, tempe penyet atau sate kere. ( sama dengan sate ayam, hanya bahan dasarnya dari tempe)

saat ini ia sebagai OB (office bos) di salah satu kompani yang kantornya di mampang, jaksel. namun ia juga selalu mroyek di tempat lain. "gak apa-apa kok yang penting tak melalaikan tanggungjawab utama, katanya.

penyuka novel jhon grisam ini mempunyai definisi sukses yang tak biasa. ia bersetuju dengan jennie s bev untuk hal ini.

succes is a mindset. It is not a journey, nor a destination. it is already within you. ia yakin setiap orang dilahirkan untuk sukses. namun sukses telah diartikan secara salah kaprah. sukses selalu diidentikan dengan materi, kedudukan dan hal lain yang kasat mata.
 
"kau sudah merasa sukses, "tanyaku.

"tentu saja belum. masih dalam tahap pra preparing."

saat kutanya lebih lanjut, kenapa begitu yakin dengan kesuksesannya itu dia malah menuduhku tak beragama.

"kamu shalat ga?"

"apa hubungannya bal?

"kamu shalat ga? dia mengulang lebih keras.

"ya shalat (kadang-kadang)"

"nah kau kan selalu berdoa. ya begitulah. kesuksesanku seyakin doaku itu.

ia yang mengaku tak cerdas, hanya beruntung ini tak bisa menjabarkan secara detail untuk mencapai puncak sukses itu. satu kata yang keluar dari mulutnya: ikhtiar maksimal.

sepakat. gudlak bal!

link: mas bah, ipul, hadik, pito, gita, endik, bebek

(postingan ini tak sesuai jadwal, atas permintaan beliaunya

*foto: lutphi

buku 2:23 am

tarian bumiapa sebenernya yang disebut cinta?  kenapa seseorang bisa mencintai objek yang menolaknya? konon cinta itu anugerah. namun kenapa manusia malah  pecicilan tak membebaskannya?.

yang lebih dahsyat tentu seseorang yang sanggup menukarkan hidupnya untuk cinta. apakah cinta itu sama dengan hidup itu sendiri?.

novel ini mengisahkan  perihnya seseorang meraih cinta. terlalu banyak rintangan, baik karena perbedaan kasta atau persamaan alat kelamin.

demi cinta ida ayu pidada mampu menjalani kehidupan sebagai orang lain seumur hidupnya. karena ia memilih menikah dengan laki-laki sudra. (kebalikan dengan ibunya yang sudra menikah dengan bangsawan)

sebagai gadis bangsawan ida ayu harus melepas kastanya  menuju kasta suaminya. artinya ia putus dengan keluarga griya (bangsawan). termasuk ibunya yang tak mau menemuinya lagi.

derita itu belum cukup, ia dianggap pembawa sial, suaminya mati setelah ia hamil. agar tak membawa bencana lagi, ia harus melakukan upacara patiwangi.  

di senja yang temaram,di sebuah balai bambu mertuanya duduk. sesaji sudah berada di hadapannya. seorang pamangku mengucapkan mantra-mantra. kaki perempuan tua itu diletakkan tepat diatas ubun-ubun ida ayu telaga.  air dan bunga disiramkan ke tubunya yang mengenakan kain sebatas dada.
 
kini ia menjadi manusia baru. selain nama yang harus diganti, ia tentu saja  meninggalkan kemewahan yang sebelumnya menjadi haknya. semua ini ia lakukan demi anaknya, luh sari.

ya saya telat membaca buku yang edisi kali ini diterbitkan gramedia, sebelumnya oleh penerbit… (aduh lupa)

sebagai orang non bali, aku jadi paham rumitnya upacara dan feodalisme yang terjadi di bali.  dibalik alamnya yang elok,  bali menyimpan luka yang dalam bagi penghuninya.

terimakasih oka rusmini, penulisnya yang memberikan gambaran tentang bali dari sudut pandang lain.