awal bulan ini, aku berketetapan hati, serius, niat ingsun membuka rekening tabungan baru. tak nyaman sering ditanya-tanya kakakku. aku paham, dia sudah bosan meminjamkan uangnya yang tak pernah balik itu?
sebenarnya sih sudah ada 2 nomor malah. rekening pertama buat transfer gaji bulanan. rekening kedua buat lucu-lucuan aja, waktu awal buka rekening dikasih indomie goreng sekardus. namun semua saldonya selalu 0, tidak kurang tak lebih.
sekarang ini aku lagi nyari-nyari bank yang super jelek dan blas gak bonafid. bank konvensional yang mesin atmnya sangat sedikit, tak ada fasilitas banking online. kalau ada sih yang tellernya selalu manyun dan tak professional.
di pintu depan tertera buka pukul 8:30, namun komputer-komputernya saat itu baru dinyalakan. tak bisa ngeprint saldo karena IT supportnya entah kemana.
ketika customer nunggu, para teller malah asyik berbincang sambil ngemil dengan rekannya. harapanku aku akan malas datang ke bank itu, kecuali untuk setor aja. sehingga tabunganku akan tak pernah terambil. oh ya aku juga tak akan bikin kartu atm.
aku ingin menabung habis-habisan. meskipun aku juga belum punya rencana buat apa uang itu kelak. aku telah mereview semua keperluanku selama sebulan. mensortir dan mencoret yang tak penting. aku ingin menjadi manajer keuangan pribadi, mengalahkan safir senduk yang perencana keuangan itu.
aku akan mencekik pengeluaran sampai sesak napas. makan cukup sayur plus tempe atau tahu, kerupuk dan sambal terasi. kalau orang lain bisa kenapa aku ngga? bahkan ada satu teman (imajinerku) ku yang lebih dahsyat!
dia pernah tak membolehkanku meminjam hpnya untuk kirim sms, meskipun sekali saja. ya sekali kirim yang ongkosnya 300 rupiah. waktu itu di pondok indah mal.
kalau pulang kerja aku akan menumpang, syukur bisa nebeng di mobil, pakai pakai motor pun tak apa. rute harianku kuperpendek : tempat kost – tempat kerja pagi sore seminggu 5 kali. sebulan 25 hari.
jalan malam bareng teman , nonton, beli buku kuhapus dari bajetku. kegiatan yang kurang berguna. apalagi refreshing keluar kota. aku kira banyak yang seperti itu. toh mereka juga baik-baik saja tuh kelihatannya.
dan mulai sekarang, aku tak mau jadi korban industri kapitalis. apalagi budak mode. bukankah punya 3 baju plus dua celana sudah cukup untuk dipakai 5 hari kerja?
hanya saja tiba-tiba aku takut keterusan, gak bisa berhenti setor ke bank. meskipun saldoku sudah 16 digit, seperti nomor kartu kredit. bahkan malahan gak tenang, mencurigai sama semua orang.
bisa jadi malah stress, dirawat ke rumah sakit jiwa. belum lagi terus menerus makan kurang gizi, lama-lama aku jadi tengkorak hidup yang penyakitan. tabunganku habis untuk membiayai kesembuhanku.
arrrggghhhhh…..


