mulai 31 juli 2007 pukul 19:00 waktu citos, telah lahir genre terbaru pada perbukuan indonesia. gagas media menamainya songlit. apa bedanya dengan lit lit sebelumnya?
kurang ada perbedaan yang sangat. ciklit, teenlit, metropop semuanya mengusung cerita-cerita ringan seputar remaja metropolitan. bedanya buku ini dihasilkan dari penafsiran ulang sebuah lagu. yang tentunya telah hit.
di cafe score, malam itu gagas media meluncurkan sekaligus empat novel. ruang rindunya letto, bersamamu nya souljah, lelaki buaya daratnya maya dan gerimisnya senyawa.
semua penulis lirik lagu maupun penafsirnya hadir ngariung di panggung. entah apa yang dibicarakan. aku juga sibuk berbicang dengan teman-temanku sambil wira wiri mengambil minuman yang bermacam warna itu.
ide ini menurutku mengulang apa yang diajarkan guru bahasa indonesiaku waktu sekolah menengah. bedanya waktu itu yang di translate bukan dari lagu. namun dari puisi. aku senang. wong cuman menulis bebas, apalagi sudah ada "plot"nya. apa susahnya?
cukup jeli penerbit itu menangkap peluang. konon menurut salah satu teman di penerbitan lain, buku-buku seperti itu dijamin laku. minimal cetak ulang sekali. sehingga semua penulis berhamburan merebut ceruk yang pasti disuka para abege dan perempuan lajang kota itu. mereka mengupas permasalahan remaja dari semua sudut.
sayang, penerbit tak membagi salah satu buku baru malam itu. sehingga aku tak tahu seheboh apa lirik lagu yang telah berubah menjadi buku itu. para undangan malahan di kasih bloknot, majalah gratis "bukune" dan bukunya ninit yunita: chocoluv. ada yang mau?


